Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Gaya Hidup / 10 Ribu Orang Membaca Surat Yasin di Teluk Palu Sulawesi Tengah Pecahkan Rekor Muri

10 Ribu Orang Membaca Surat Yasin di Teluk Palu Sulawesi Tengah Pecahkan Rekor Muri

10 Ribu Orang membaca Surat Yasin Pecahkan Rekor Muri

Sekitar 10 ribu orang di bibir Teluk Palu Sulawesi Tengah membaca surat Yasin dan ditargetkan menjadi rekor Indonesia, Minggu 17 Mei 2015.

Lukman Hakim Saifuddin sebagai Menteri Agama memimpin pembacaan Surat Yasin dengan peserta 10.000 orang yang berjajar sepanjang empat kilometer di bibir Teluk Palu Sulawesi Tengah. Hal itu ditargetkan bisa tercatat di Museum Rekor Indonesia.

Sebelumnya Menteri Agama yang datang di Bandara Mutiara SIS Aljufri Kota Palu pada Minggu sore, dan segera berkeliling di bibir Teluk Palu untuk melihat persiapan pembacaan Alquran secara massal tersebut.

Dia didampingi Wali Kota Palu, Rusdy Mastura, Rektor IAIN Palu, Zainal Abidin dan sejumlah pejabat lainnya selanjutnya menuju ke panggung utama untuk membaca Alquran bersama-sama dengan ribuan masyarakat yang telah menanti sejak pukul 16.00 Wita.

Lukman Hakim kemudian memimpin membaca Surat Yasin dengan mengawalinya membaca Surat Al Fatihah. Pembacaan Alquran tersebut adalah rangkaian kegiatan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (Pionir) VII Perguruan Tinggi Islam Negeri se-Indonesia yang diselenggarakan di Kota Palu dengan IAIN Palu yang bertindak sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.

Surat Yaasin tersebut juga diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia yang dibacakan oleh mahasiswa dari sejumlah IAIN yang ada di Tanah Air. Ketua Bidang Media dan Publikasi Panitia Daerah Pionir VII mengatakan acara ini ditargetkan memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kegiatan mengaji dengan baris dan peserta terpanjang di dunia.

Menurut Adha kegiatan mengaji massal di pinggiran pantai ini mengandung pesan moral bahwa pengelolaan sumber daya alam kelautan harus pula dilakukan dengan pendekatan agama atau spiritual.

Lewat kegiatan pengajian ini, pengelolaan kekayaan alam di laut baik penangkapan ikan, pariwisata, transportasi, pertambangan dan berbagai potensi lainnya di masa mendatang bisa dilakukan secara ramah lingkungan oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan dan ketaatan beragama dalam memanfaatkan dan memelihara ciptaan Allah SWT” ujarnya seperti yang dilansir Antara, Minggu (17/5).

Peserta pengajian massal ini antara lain peserta Pioner VII dari 55 Perguruan Tinggi Islam Negeri se-Indonesia, serta warga Kota Palu dan sekitarnya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

kambing

Tips Daging Kambing Agar Empuk dan Tidak “Prengus”

Hari Kamis (24/9) umat muslim di tanah air akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau ...