Home / Berita / Nasional / 10 WNI disandera oleh Kelompok Milisi Filipina Abu Sayyaf, Berikut Ini Kronologinya

10 WNI disandera oleh Kelompok Milisi Filipina Abu Sayyaf, Berikut Ini Kronologinya

Kapal Brahma 12 (Facebook Peter Tonsen Barahama)

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti mengaku kalau pihaknya siap bekerjasama dengan TNI untuk membebaskan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok milisi Filipina, Abu Sayyaf.

“Sedang dikoordinasikan ke pemerintah sana (Filipina) apakah nanti yang menangani dari otoritas di Filipina atau di kita. Kita masih menunggu hasil koordinasi,” papar Badrodin di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/3) seperti dilansir sebuah media online.

Ditambahkan oleh Badrodin bahwa peristiwa pembajakan dan penyanderaan 10 WNI oleh kelompok Abu Sayyaf terjadi di perairan Filipina. Menurutnya, saat ini keberadaan 10 WNI yang disandera ada di Filipina.

Menurutnya, kronologi pembajakan terjadi berawal ketika 10 WNI yang berada di tungboat tengah membawa Tongkang.

“Tongkang kalau muatan 7.000 metric ton itu kan lambat sekali paling (kecepatannya) 4 knots,” jelasnya.

Akibat lambatnya membawa tongkang yang dapat menempuh jarak hingga 20 hari atau bahkan sebulan, di situ para pembajak melakukan aksinya.

“Infonya itu mereka waktu mau lurus dicegat dari sebelah kanan,” terangnya.

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...