Home / Berita / Serba - serbi / Artikel / (12) Pemakaman almarhumah Lim Pan Siok Sesuai Adat Tradisional Tiongkok, Unik dan Penuh Makna (Part 6)

(12) Pemakaman almarhumah Lim Pan Siok Sesuai Adat Tradisional Tiongkok, Unik dan Penuh Makna (Part 6)

Semua perlengkapan yang ada di rumah duka Talang Cirebon, seperti rumah-rumahan lengkap dengan semua perabotnya beserta dua ekor merpati di bawa serta ke pemakaman di Kuningan Cirebon. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, rumah-rumah beserta segala perabot yang ada akan di bakar setelah jasad almarhumah Lim Pan Siok dimasukkan ke liang lahat yang maknanya bahwa almarhumah Lim Pan Siok akan mendapatkan kesenangan hidup dengan berlimpahnya segala materi di Surga nanti. Dan dua ekor merpati akan dilepaskan sebagai tanda dilepaskannya segala keburukan yang akan terjadi. Bagi warga Tionghoa yang meninggal di hari Selasa adalah hari yang kurang baik, dan pelepasan merpati sebagai tanda hilangnya segala keburukan yang ada.


Semua perlengkapan seperti rumah-rumahan lengkap dengan semua perabotnya di bawa serta ke pemakaman di Kuningan Cirebon

Almarhumah Lim Pan Siok dimakamkan disamping makam suaminya, seperti terlihat pada tembok makam atau batu nisan yang sangat indah dan kokoh serta bertuliskan huruf Tionghoa. Dibelakang tembok atau batu nisan sebelah kanan adalah makam suaminya sedangkan sebelah kiri dipersiapkan untuk almarhumah Lim Pan Siok yang memang sudah di persiapkan almarhumah Lim Pan Siok sebelumnya.


Makam Almarhum Lim Pan Siok disamping makam suaminya, terlihat pada tembok makam atau batu nisan yang sangat indah dan kokoh serta bertuliskan huruf Tionghoa.

Jasad almarhumah Lim Pan Siok pun dimasukkan ke dalam liang lahat dan sepasang merpatipun diterbangkan, dan pertanda bahwa kehidupan almarhumah Lim Pan Siok di dunia sudah berakhir, segala keburukan sudah dibuang atau di hilangkan dan kehidupan bahagia akan di dapat almarhumah Lim Pan Siok di Surga dengan dibakarnya rumah-rumahan yang lengkap dengan peralatan dan kebutuhan hidup di Surga.


Pelapasan merpati sebagai tanda hilangnya segala keburukan yang ada.

Setelah jasad almarhumah Lim Pan Siok dimasukan ke dalam liang lahat, satu per satu anak, menantu, dan cucu memberikan doa dan penghormatan terakhir yang dilanjutkan dengan doa oleh para rohani yang dipimpin oleh Romo dari Vihara Budha Sasana di Jln Parajukan


Anak, menantu dan cucu berdoa kembali untuk almarhumah Lim Pan Siok


Para rohani dari Vihara Budha Sasana Jln Parujakan Cirebon berdoa dipimpin oleh Romo


Almarhumah Lim Pan Siok

Demikian perjalanan hidup seorang wanita Tionghoa yang meninggal pada usia 101 tahun di Indonesia, seorang wanita sederhana, bahkan tidak bisa baca tulis latin, yang datang ke Indonesia dengan mimpi bahwa Indonesia adalah surga. Kenyataan hidup yang dialami di awal kedatangannya ke Indonesia tidaklah seindah mimpinya, namun almarhumah Lim Pan Siok bukanlah wanita lemah. Dengan kesabaran, ketabahan serta kekuatan yang ada pada dirinya, almarhumah Lim Pan Siok berhasil membuat semangat suaminya disaat usaha suaminya hancur bahkan yang sangat luar biasa dari almarhumah Lim Pan Siok ini adalah diusianya yang ke 48 tahun, usia yang masih cukup muda harus membesarkan kedelapan anaknya seorang diri dan berhasil mengantarkan kedelapan anaknya menjadi anak yang sukses. Bahkan sifat rajin, jujur dan jiwa bisnis yang ada pada ibu Lim Pan Siok menurun pada cucunya hingga cucunya pun menjadi orang yang sukses.

Baca Juga

80 Ribu Santri akan Pecahkan Rekor MURI Ngaji Kitab Kuning

Sidoarjo – Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Acara ...