Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / 28 Juni Pasang Bendera Setengah Tiang di Kalbar, Ada Apa?

28 Juni Pasang Bendera Setengah Tiang di Kalbar, Ada Apa?

Bendera-setengah-tiang2

Dalam rangka memperingati Hari Berkabung Daerah, Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis meminta seluruh instansi, badan, lembaga pendidikan, kantor, dan rumah penduduk yang ada di wilayahnya agar memasang bendera setengah tiang pada 28 Juni mendatang. Pemasangan bendera yang dimulai pukul 06.00 hingga 17.30.

“Pemasangan bendera ini untuk mengenang peristiwa tragedi Mandor Berdarah,” ungkap Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kalbar, Numsuan Madsun.

Dilanjutkan Numsuan, pemasangan bendera setengah tiang ini ditetapkan dengan Perda Nomor 5 Tahun 2007 dan berlaku juga untuk instansi vertikal termasuk TNI Polri, BUMN, dan BUMD.

Disamping perda, Gubernur Kalbar juga mengeluarkan peraturan Gubernur Kalbar Nomor 60 Tahun 2013. Pergub tersebut berisi tentang pelaksanaan peringatan Hari Berkabung Daerah setiap tahun yang dipusatkan di Makam Juang Mandor untuk tingkat provinsi.

Sementara pemerintah daerah kabupaten dan kota serta SKPD di tingkat provinsi, instansi vertikal, lembaga pendidikan dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi, serta BUMN dan BUMD di wilayah Provinsi Kalbar melaksanakannya di lingkungan instansi masing-masing.

Seperti diketahui, Peristiwa Mandor terjadi pada 1943-1944 di daerah Mandor, Kabupaten Landak.

“Menurut sejarah hampir terdapat 21.037 korban yang dibantai oleh Jepang. Tetapi Jepang menolaknya dan menganggap hanya 1.000 korban saja,” ujar Numsuan.

Numsuan melanjutkan, zaman pendudukan Jepang lebih menyeramkan daripada masa pendudukan Belanda. Peristiwa Mandor terjadi akibat ketidaksukaan penjajah Jepang terhadap para pemberontak.

Sebelum terjadi peristiwa Mandor, terjadi peristiwa cap kapak. Kala itu Pemerintah Jepang mendobrak pintu – pintu rumah rakyat (Tionghoa, Melayu, Dayak).

Mereka, kata Numsuan, tidak ingin pemberontak-pemberontak terdapat di Kalbar. Meskipun demikian ternyata menurut sejarah yang dibantai juga  rakyat-rakyat biasa yang tidak tahu apa-apa.

 

 

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...