Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Serba - serbi / Artikel / (3) Di usia 48 Tahun Lim Pan Siok Membesarkan 8 Anaknya Tanpa Suami

(3) Di usia 48 Tahun Lim Pan Siok Membesarkan 8 Anaknya Tanpa Suami

Kesuksesan yang dialami Lim Pan Siok bukanlah di dapat dengan cara yang mudah, banyak tantangan dan rintangan yang dihadapinya. Dan saat yang paling sulit adalah ketika pada tahun 1966 suaminya meninggal karena sakit.

P H Tiong suami Lim Pan Siok setelah dinyatakan harus masuk rumah sakit. Awalnya PH Tiong suami Lim Pan Siok merasa sakit yang dideritanya karena kurang olah raga. Kurangnya pengetahuan kedokteran waktu itu, PH Tiong suaminya mencoba menyembuhkan sakitnya dengan memperbanyak olah raga, suaminya berasumsi dengan berolah raga, badan akan sehat. Suaminya tidak menyadari kalau dia menderita sakit kanker lever yang harus banyak istirahat tidak boleh melakukan pekerjaan berat dan tidak boleh berolah raga.

Banyak kesulitan yang dihadapi ketika sang suami sakit dan harus di bawa ke rumah sakit di Bandung dimana transportasi untuk pergi ke Bandung hanya ada kendaraan umum Suburban, fasilitas KA Cirebon – Bandung masih belum seperti sekarang. Dan ketika suami meninggal pada tanggal 15 Agustus 1966 pagi, tidak ada satupun sanak saudara yang mendampinginya karena pada saat itu diberlakukan jam malam di Bandung sehingga Lim Pan Siok harus pulang ke Cirebon. Lim Pan Siok masih berusia 48 tahun ketika suaminya meninggal, termasuk usia yang masih cukup muda bagi seorang wanita yang harus berjuang menghidupi delapan orang anak .

keluarga besar Poey Hok Tiong yang meninggal pada tahun1966, meninggalkan istri Lim Pan Siok di usia 48 tahun dengan 8 anak

Namun Lim Pan Siok bukanlah wanita lemah, dia tetap meneruskan usaha suaminya bahkan dia terus mampu memperluas usaha Soun nya yang tadinya hanya punya 1 pabrik menjadi 3 pabrik. Bahkan diapun menambah bisnis yang lain yaitu dengan memproduksi gaplek yang di ekspor untuk pakan ternak di Jerman.

Sungguh prestasi yang luar biasa bagi seorang wanita di jaman itu. Jaman yang penuh dengan keterbatasan bagi wanita untuk bisa maju. Pada saat itu wanita adalah kaum lemah yang tidak berdaya dan hanya menggantungkan hidupnya pada sang suami.

Lim Pan Siok adalah seorang wanita yang luar biasa, bahasa sehari-hari dengan karyawan atau buruh pabrik adalah bahasa Sunda Kuningan, namun dia tidak bisa membaca atau menulis huruf latin. Dia mampu menghadapi hidup yang berat bahkan ketika suaminya meninggalpun dia mampu bertahan bahkan mampu mengantarkan kedelapan anaknya menjadi anak yang sukses.

Sangat jarang pada masanya seorang wanita bisa sehebat dia , bahkan mampu mengekspor hasil kerjanya ke luar negeri.

Sebuah perjuangan dan kerja keras yang patut diperhitungkan dan di contoh. Dengan segala keterbatasannya Lim Pan Siok berhasil dalam usahanya dan berhasil mengantar kedelapan anaknya kegergang kesuksesan seorang diri.

Ajaran jujur dan jiwa bisnis Lim Pan Siok diturunkan oleh anak cucunya. Seperti apa ceritanya ? Simak cerita berikutnya……

Below Article Banner Area

Baca Juga

Ucapan-Selamat-Tahun-Baru-Islam

BBM dan SMS Kata-Kata Mutiara Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 2015 1 Muharram 1437 H

Besok umat islam akan merayakan tahun baru Hijriyah dimana 1 Muharram 1437H jatuh pada hari ...