Home / Berita / Serba - serbi / Artikel / (5) Peti Kayu Jati Ukir Sudah Dipersiapkan Lim Pan Siok sejak 10 Tahun Yang Lalu

(5) Peti Kayu Jati Ukir Sudah Dipersiapkan Lim Pan Siok sejak 10 Tahun Yang Lalu

Satu persatu anak-anaknya merantau dan meninggalkan Cirebon mengejar cita-cita dan impian sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Namun Lim Pan Siok tetap tinggal di Cirebon, karena ingin merawat makam suaminya di Cirebon. Perihal makam suami yang akhirnya di pindahkan ke Kuningan Jawa Barat, karena dengan berjalannya waktu lokasi pemakaman banyak di bangun rumah- rumah. Dan yang lebih tragisnya lagi makam suaminya di bongkar entah oleh siapa dan peti sang suami diambil. Akhirnya makam sang suami di pindahkan ke Kuningan Jawa Barat dan Lim Pan Siokpun menyiapkan makam untuknya kelak di samping makam sang suami.

Akhirnya kedelapan anaknya tumbuh dewasa dan bisa mencapai cita-cita mereka. Lim Pan Siok tua mulai sakit-sakitan, namun dia tidak mau memberi tahu sanak saudara, bahkan 15 tahun yang lalu Lim Pan Siok harus masuk rumah sakit karena Tyroidnya bermasalah sampai koma. Berkat diagnosa DR.Sidharta Salim yang akurat jadi tertolong. Tuhan masih menyelamatkan Lim Pan Siok sehingga ketika keluar rumah sakit dia sudah sembuh total.

Kondisi kesehatan Lim Pan Siok yang semakin tua, atas kesediaan dari menantu ke 4 Lim Pan Siok yang bernama Ibu Shinta Devi, dia pun tinggal bersama salah satu anak laki-lakinya di Jakarta yaitu suami dari Ibu Shinta Devi sendiri.

Anak laki-laki dan menantu yang tinggal bersamanya sangat menyayangi ibunya dan ibu mertuanya. Mereka berusaha memenuhi semua keinganan ibunya dengan bantuan dana dari semua anak laki-laki dari Lim Pan Siok. Walaupun pada saat yang bersamaan, 9 tahun yang lalu adik dari ibu Shinta Devi (menantu Lim Pan Siok) juga harus dirawat di rumah yang sama oleh Ibu Shinta Devi sang menantu. Namun kesabaran dan ketelatenan sang menantu Shinta Devi sangat luar biasa, secara rutin setiap 3 bulan satu kali membawa Lim Pan Siok ke Rumah sakit untuk general check up dan konsultasi dengan DR. Sidharta Salim di RS. Mitra Kemayoran. Lim Pan Siok di mata anak dan menantu bukan termasuk orang tua penurut, bahkan sangat keras kepala dan otoriter, terutama masalah makanan yang karepe dewek, menantu Shinta Devi tidak kalah akal, pada setiap malam diselipkan vitamin di makanannya, namun kesabaran dan pengertian dari keluarga anak dan menantu itulah yang menjadi salah satu rahasia Lim Pan Siok panjang umur.

Walaupun anak laki-laki dan menantu yang selama 15 tahun merawat Lim Pan Siok ini sudah berbeda keyakinan dengan sang ibu (anak laki ini memeluk keyakinan Nasrani ) namun dia tetap memenuhi permintaan ibunya yang kelak jika meninggal dia ingin di makamkan disamping makam suaminya seperti yang sudah dia persiapkan sebelumnya dan prosesi pemakamanpun sesuai dengan agama yang dianut Lim Pan Siok dan juga sesuai dengan tradisi Tionghoa yang saat ini sudah jarang dilakukan warga keturunan Tiongkok di Indonesia.

Sudah sekitar lima belas tahun pendengaran dan penglihatan Lim Pan Siok mulai berkurang bahkan untuk mata nyaris tidak berfungsi, untuk pendengaran hampir sisa 5% saja, namun semangat untuk hidup masih melekat padanya. Karena Lim Pan Siok mempunyai kenyakinan bahwa kharisma dirinya akan menerangi semua anak dan cucunya. Anak-anaknya pun sering mengunjunginya dengan membawa buah tangan atau semacam oleh-oleh, terutama setiap hari minggu, Lim Pan Siok sudah siap di samping pesawat telepon, karena dia tahu pada hari ini akan ada telepon dari anak dan menantunya yang di Houston USA, dan anak dan menantunya yang di Pekalongan dan Cucunya yang di Singapore dan Australia akan menelpon dan dia yakin doa-doa nya akan membawa berkah untuk anak cucunya.

Setiap hari minggu Lim Pan Siok menunggu telepon dari anak cucunya

Karena hari minggu adalah hari yang di nantikan oleh Lim Pan Siok, maka setiap hari dia akan tanya hari ini hari apa, jam berapa kepada pembantu yang merawatnya, bahkan jika pembantu sengaja salah menyebut hari dan jam, dia akan tahu itu salah, dan marah kepada pembantunya dan mengatakan jangan membohonginya.

Acara menerima telepon ini juga yang membuat anak cucu dan menantunya terpaksa membohonginya. Hingga akhir hayat Lim Pan Siok , ada yang tidak pernah diketahuinya, yaitu kematian anak keduanya. Anak yang kedua ini yang tinggal di Pekalongan, dan ketika menerima telepon datang disetiap minggu, maka salah satu keluarga menggantikan berbicara kepadanya seolah-olah dia adalah anaknya yang nomor dua. Demikian juga anak ke 3 yang jarang datang karena sakit, Lim Pan Siok selalu di bohongi dengan mengatakan anak nya sedang pergi bangun pabrik di Taiwan agar tidak menanyakan kedatangan anak ke 3 ini. Hal tersebut sengaja dilakukan oleh anak-anak atau keluarga Lim Pan Siok karena mereka tidak ingin Lim Pan Siok sedih bahkan syok sehingga mebuat kesehatannya semakin memburuk.

Setiap ada anak atau cucu yang datang membawa sesuatu pasti di raba atau di elus elus olehnya, yang istilah anak cucunya di omeh-omeh untuk mengetahui bingkisan apa yang di bawa oleh mereka. Bingkisan ini nantinya akan diberikan kepada cucu atau anak yang lain. Setiap bulan Lim Pan Siok juga secara rutin minta uang kepada anak anaknya yang mampu, dan setiap menerima pemberian uang Lim Pan Siok akan menanyakan berapa nilainya dan dia akan mengelompokkan uang tersebut dengan nilai yang sama. Seperti sepuluh ribu rupiah dengan sepuluh ribu rupiah, sehingga dia bisa menghitung berapa uang yang ada dan uang tersebut akan diberikan pada kerabat yang dirasa membutuhkannya.

Lim Pan Siok pernah mengalami kondisi kritis sekitar 10 tahun lalu, sehingga pada saat itu dia mulai mempersiapkan kematiannya dengan memilih dan membeli peti mati untuknya kelak. Pada tgl 12 Mei 2015 saat Lim Pan Siok meninggal dunia, Peti kayu jati dengan ukiran itu baru dikeluarkan untuk dipakai…..


Peti Kayu Jati Ukir Sudah Dipersiapkan Lim Pan Siok sejak 10 Tahun Yang Lalu

Upacara di Rumah Duka …….

Baca Juga

Hitachi Geber Solusi Data Analitik dan IoT

Jakarta – Bernama Hitachi Vantara, produsen Jepang ini resmi mengumumkan anak usahanya yang baru untuk ...