Home / Berita / Ibu Kota / 8 Program Ahok-Djarot Mengatasi banjir di Jakarta

8 Program Ahok-Djarot Mengatasi banjir di Jakarta

Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat memiliki program dalam mengatasi banjir di Jakarta.

8-program-ahok-djarot-mengatasi-banjir-di-jakarta

Ahok dan Djarot menjelaskannya program kerjanya dalam “Penanggulangan Banjir: Membebaskan Jakarta dari persoalan banjir menahun yang disebabkan oleh banjir kiriman, air pasang, dan distribusi aliran air hujan yang tidak merata”. Program yang akan dilakukan Ahok-Djarot yakni sebagai berikut.

  1. Mendorong percepatan penyediaan ruang terbuka biru (RTB) sebesar 5 persen dengan menyelesaikan pembangunan 17 waduk dan 9 embung untuk menambah tampungan air. Adapun sejumlah waduk tersebut ada di Jagakarsa, Rawa Minyak, Pinang Ranti, Pondok Rangon 1, Kampung Rambutan, Cilangkap, Marunda, Lebak Bulus, Cilandak Marinir, Brigif, Kampung Rambutan 1, Cimanggis, Sunter Hulu, Pondok Rangon 2, Rawa Lindung, Kamal Longstorage, dan Pondok Rangon. Sementara itu, embung akan dibangun di Cipedak, Lebak Bulus 3, Lapangan Merah, Kramat Jati, Haji Dogol, Sejuk Raya, Penganten Ali, Cendrawasih, Sunter Jaya.
  2. Melanjutkan program pengembalian fungsi sungai dan kali yang sudah banyak ditempati hunian liar dan program relokasi warga ke rumah susun; mewajibkan lurah dan camat untuk memastikan tidak ada bangunan liar di atas seluruh saluran air di Jakarta, serta menyelesaikan normalisasi sungai melalui program JEDI.
  3. Menambah kapasitas pompa air dua kali lipat dari kapasitas saat ini untuk mempercepat surutnya genangan dan tindakan preventif banjir, terutama di daerah-daerah yang rendah, dekat dengan aliran sungai, cekungan, dan kawasan Pantai Utara.
  4. Melanjutkan pembangunan tanggul laut (NCICD A) di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jakarta untuk menyelesaikan banjir akibat air pasang.
  5. Menghubungkan semua saluran air di Jakarta untuk mendistribusikan air hujan secara merata, serta membangun sistem pengawasan saluran air untuk mempercepat penanganan genangan dan banjir.
  6. Otomatisasi pintu-pintu air dan pompa sesuai dengan ketinggian air, curah hujan, dan kondisi saluran air yang terkait.
  7. Memperbanyak biopori dan sumur resapan melalui gerakan menabung air secara berkelanjutan.
  8. Pembangunan waduk di hulu sungai melalui pemberian hibah untuk waduk kepada pemda sekitar Jakarta untuk mengatur debit air yang masuk Jakarta.

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...