Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / ABK Indonesia kembali di Sandera, Menlu Retno : Ini Sudah Tak Bisa ditolerir

ABK Indonesia kembali di Sandera, Menlu Retno : Ini Sudah Tak Bisa ditolerir

Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi memberikan keterangan pers di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta, Rabu (29/10).

 

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan kalau tindakan penyanderaan terhadap anak buah kapal (ABK) asal Indonesia oleh kelompok bersenjata di perairan perbatasan Malaysia dan Filipina yang kembali terjadi, sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

“Kejadian (penyanderaan ABK) seperti ini merupakan kejadian yang sama sekali tidak bisa ditolerir. Oleh karena itu, upaya serius harus dilakukan segera, baik oleh Pemerintah Filipina maupun Pemerintah Malaysia,” ujar Menlu Retno di Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Senin (11/7).

Dijelaskan oleh Menlu bahwa pada 9 Juli sekitar pukul 23.30 waktu setempat, kapal pukat tunda LLD113/5/F yang berbendera Malaysia disergap oleh kelompok bersenjata di sekitar perairan kawasan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu, Malaysia.

Menlu menyebutkan, dari ketujuh ABK yang disergap di kapal itu, tiga orang diculik dan empat orang lainnya dibebaskan, dan ketiga ABK yang diculik diketahui seluruhnya adalah WNI.

“Kepolisian Lahad Datu telah mengkonfirmasi kejadian tersebut dan sekaligus mengkonfirmasikan bahwa tiga ABK adalah WNI yang memiliki izin kerja yang sah di Malaysia,” jelas Menlu Retno.

Ditambahkan pula, kejadian tersebut baru dilaporkan kemarin oleh pemilik kapal pada tanggal 10 Juli kepada Kepolisian Lahad Datu. Menurut laporan yang kami terima, kapal tersebut disergap oleh speed boat yang dinaiki lima lelaki bersenjata api.

Menlu juga menerangkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari lapangan, ketiga ABK asal Indonesia yang diculik itu dibawa ke perairan Tawi-tawi di Filipina selatan.

Menurut Retno, setelah mendapatkan informasi tentang penyanderaan tigak ABK WNI itu, Kemlu RI terus berkoordinasi dengan empat perwakilan RI, yaitu KBRI Kuala Lumpur, Konsulat di Tawau, KBRI Manila dan Konsulat di Davao, untuk memantau lebih jauh perkembangan kasus itu.
 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...