Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Politik / Ada Kerabat Ikut Pilkada Serentak, 4 Kepala Daerah Mengundurkan diri dari Posisinya

Ada Kerabat Ikut Pilkada Serentak, 4 Kepala Daerah Mengundurkan diri dari Posisinya

MENDAGRI-KPU-Serentak2

Jelang pilkada serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015, sejumlah kepala daerah mengundurkan diri tiba-tiba. Mereka sengaja mengundurkan diri, karena adanya kerabat hendak berpartisipasi dalam Pilkada.

Melihat fenomena itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menduga ada empat orang kepala daerah sengaja memperecepat masa baktinya, untuk mensiasati Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota dimana menyebutkan calon kepala/wakil kepala daerah tidak boleh memiliki konflik kepentingan dengan petahana.

Keempat kepala daerah itu, lanjut Tjahjo, sengaja mengundurkan diri demi mendukung kerabat mereka yang hendak ikut pilkada serentak 2015. Mereka mensiasati Pasal 1 Angka 6 UU Nomor 8 Tahun 2015, yang melarang konflik kepentingan antara peserta pilkada dengan petahana.

“Kontrak politik dia lima tahun, kecuali dia berhalangan tetap. Ini tidak berhalangan, tapi mereka punya maksud tertentu, kan tidak baik,” ujar Tjahjo.

Ke-4 kepala daerah yang mengundurkan diri, yakni Walikota Pekalongan Basyir Ahmad, Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya, Bupati Kutai Timur Isran Noor, dan Wakil Walikota Sibolga Marudut Situmorang.

Tjahjo mengakui pihaknya tidak berdaya menghadapi tipu muslihat tersebut. Pasalnya, menurut undang-undang, mereka hanya butuh persetujuan DPRD setempat untuk mengundurkan diri.

“Sepanjang (mereka) sudah mendapatkan persetujuan parpiruna DPRD, saya mau tak mau harus menyetujui,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menyayangkan sikap sejumlah Kepala Daerah, yang sengaja mengundurkan diri demi mensiasati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Dengan melakukan hal tersebut, sang kepala daerah berarti tidak menghormati amanah rakyat.

“Dia kan minta amanah, dan rakyat kasih amanah. Jangan potong di tengahlah amanah ini,” ujar Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ini-isi-puisi-fadli-zon-untuk-dua-tahun-pemerintahan-jokowi-jk

Ini Isi Puisi Fadli Zon untuk Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, rupanya disambut oleh Wakil Ketua DPR ...