Home / Berita / Politik / Ada Temuan dari tim Komite Etik, Dua Calon ketum Golkar diduga Langgar Etik

Ada Temuan dari tim Komite Etik, Dua Calon ketum Golkar diduga Langgar Etik

GOLKAR1

 

Ketua Steering Commitee (SC) Munaslub Partai Golkar Nurdin Halid mengungkapkan bahwa ada dua calon dari delapan calon ketua umum Partai Golkar diduga melanggar kode etik partai.

“Ada temuan dari tim Komite Etik, tapi baru dugaan. Diperlukan bukti yang kuat agar bisa diajukan ke majelis etik,” ujar Nurdin saat menggelar jumpa pers di Surabaya, Rabu (11/5).

Ditambahkan olehnya, Komite Etik akan menggelar sidang di Bali esok Kamis untuk membahas laporan yang masuk menyangkut masalah tersebut.

“Dilihat dulu apa cukup bukti untuk dilanjutkan ke Majelis Etik, baru ada putusan didiskualifikasi atau tidak,” kata Nurdin.

Lebih lanjut Nurdin mengungkapkan bahwa banyak laporan pelanggaran etik yang masuk ke Komite Etik, tetapi baru mendapatkan tiga bukti awal berupa dugaan pertemuan DPD I dan II di Hotel Ritz Carlton Jakarta, pertemuan DPD I dengan kandidat di Hotel Grand Melia Jakarta, dugaan politik uang di salah satu hotel di Surabaya dan Malang yakni kandidat bertemu sekretaris DPD II se-Jatim.

Menurut Nurdin, Komite Etik masih menelusuri apakah pertemuan-pertemuan itu melanggar etik partai.

“Kami yakin mampu mengungkapnya kalau ada bukti kuat. Komite Etik berupaya mendapatkan bukti kuat berupa rekaman CCTV untuk pertemuan di Hotel Grand Melia dan Ritz Carlton,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Nurdin, tim verifikasi bisa menggugurkan calon ketua umum jika terbukti melanggar etik.

 

 

 

Baca Juga

Ini Isi Puisi Fadli Zon untuk Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, rupanya disambut oleh Wakil Ketua DPR ...