Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Agus Berhasil dibekuk, Seperti Apa Kronologi Terjadinya Mutilasi Terhadap Nuri?

Agus Berhasil dibekuk, Seperti Apa Kronologi Terjadinya Mutilasi Terhadap Nuri?

agus

Kasus pembunuhan yang disertai dengan mutilasi pada wanita hamil, Nur Atikah sangat menghebohkan masyarakat. Usai melakukan pemeriksaan dan penyelidikan, polisi menetapkan Kusmayadi alias Agus alias Petrus sebagai tersangka, dan dinyatakan sebagai buron.

Pasca melakukan pengejaran, Agus akhirnya berhasil ditangkap saat berada di sebuah rumah makan Padang di Surabaya, Jawa Timur, pada hari Rabu (20/4).

Lalu, seperti apa kejadian sesungguhnya, berikut ini kronologi pembunuhan yang dilakukan Agus terhadap pacarnya yang sedang hamil:

Kusmayadi alias agus alias petrus (Kepala RM Gumarang) pertama kali bertemu Nuri (korban) di RM Gumarang sekitar bulan Juni 2015, ketika itu Nuri bekerja sebagai kasir. Kemudian Nuri pindah ke RM Gumarang Taruna, Cikupa.

Meski berbeda tempat kerja, keduanya tetap berhubungan melalui telepon dan SMS, 2 bulan kemudian di bulan Agustus kedua bertemu di KFC Citra Raya Cikupa. Tersangka mengaku masih bujang dan Nuri mengaku janda. Mereka pun sepakat untuk mencari tempat tinggal di kontrakan H Malik dekat Pasar Cikupa.

Usai tinggal serumah, keduanya kerap melakukan hubungan badan. Akhirnya Nuri mengetahui bahwa tersangka sudah memiliki istri dan terjadi pertengkaran. Pasca tinggal sebulan Nuri menyampaikan bahwa telat datang bulan, kemudian diperiksa di bidan dekat Pasar Kamis.

Kemudian sekitar tanggal 3 April 2016 mulai sering terjadi ribut-ribut antara tersangka dan Nuri dengan alasan antara lain Nuri sering marah karena uang kurang, Nuri minta status yang jelas, Nuri minta orangtua tersangka melamar/datang ke keluarganya di Malimping, Banten serat sering marah karena pulang telat.

Pada Kamis tanggal 7 April 2016, bercerita ke Valen bahwa tersangka sedang mempunyai masalah, sempat bertanya kepada Valen bila membunuh orang dosa besar atau tidak.

Berikutnya hari Jumat tanggal 8 April 2016, tersangka bertanya kepada Erik apakah pernah membunuh orang, Erik jawab tidak pernah karena takut.

Hari Sabtu tanggal 9 April 2016, tersangka cerita lagi ke Erik kenapa takut bunuh orang, Erik mengatakan takut.

Berikutnya hari minggu tanggal 10 April 2016, jam 08.00 WIB tersangka membelikan nasi bungkus untuk dimakan berdua di kontrakan, sebelum makan sempat ribut karena Nuri menanyakan kapan kita pulang ke orangtua Nuri di Banten. Tersangka hanya menjawab sabar dulu tidak bisa buru-buru pulang.

Pukul 10.00 wib terjadi ribut lagi kemudian Nuri mendorong tersangka hingga terjatuh dan mengeluarkan kata-kata kasar, karena merasa tidak dihargai tersangka khilaf dan langsung membanting dan memiting Nuri dengan sangat kuat.

Nuri (korban) pun sempat berteriak-teriak dan teriak minta tolong namun tersangka makin kuat memiting leher Korban. Kurang lebih 30 menit kemudian tersangka melepaskan piting dan disadari bahwa korban sudah tidak bernapas (meninggal dunia). Kemudian tersangka kembali ke RM Gumarang meminta bantuan Erik. Namun Erik mengatakan bisa membantunya pada malam hari.

Pada Pukul 19.30 wib tersangka terbesit pikirannya untuk menghilangkan jejak perbuatannya, kemudian mengambil golok yang ada di bawah TV. Memotong tangan kanan (dari lengan bahu) kemudian memotong tangan kiri, kemudian pergi ke pasar membeli plastik besar lalu kemudian simpan di kost.

Pada Pukul 22.00 wib, meminta bantuan dan ajak Erik pergi dengan meminjam motor Mahdi ke arah kontrakan tersangka, sesampainya di TKP Erik tunggu di luar. Kemudian tersangka mengambil potongan tangan yang sudah dibungkus keluar dari kontrakan dan menyerahkan kepada Erik. Ketika di jalan Erik sempat bertanya ‘ini apa? Kenapa berat sekali? Tersangka menjawab ‘itu salah satunya’. Potongan tangan dibuang di pembuangan sampah Bugel Tigaraksa. Tersangka tidur di mess RM Gumarang.

Pada hari Senin tanggal 11 April 2016, Pukul 07.00 wib tersangka kembali ke kontrakan untuk membersihkan darah dan jejak kaki. Pukul 16.00 wib tersangka memotong kaki kanan (pangkal paha) dan kaki kiri.

Berikutnya hari rabu tanggal 13 April 2016, polisi mendapatkan laporan dari masyarakat kalau ditemukan sesosok mayat.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...