Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Ibu Kota / Ahok Dulu Minta Foke Cuti, Kenapa Sekarang Tidak?

Ahok Dulu Minta Foke Cuti, Kenapa Sekarang Tidak?

“Pemohon tidak konsisten dengan ucapan yang disampaikan” ungkap Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri, Widodo Sigit Pujianto.

Ahok Dulu Minta Foke Cuti, Kenapa Sekarang Tidak

Seperti yang diketahui jika Basuki T Purnama mengajukan gugatan uji materi atau judicial review (JR) terhadap Pasal 70 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. UU tersebut menyoal cuti selama masa kampanye bagi petahana.

Ahok menilai UU tersebut melanggar hak konstitusional. Pasalnya petahana jadi tidak dapat menjalankan tugas jabatannya selama lima tahun penuh sesuai sumpah jabatan. Menanggapi halnitu Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri, Widodo Sigit Pujianto menyebut bahwa sikap Ahok tidak konsisten.

Hal itu disampaikan Widodo saat membacakan tanggapan pihak pemerintah terkait gugatan uji materi terhadap pasal yang mengatur kewajiban cuti selama masa kampanye bagi petahana. Widodo mengatakan pada pemilihan gubernur sebelumnya, Ahok meminta incumbent Fauzi Bowo mengajukan cuti kampanye.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa pada media elektronik bahwa pemohon pada pilkada DKI sebelumnya mendesak agar petahana cuti demi mewujudkan pilkada yang jujur dan adil, namun kenapa saat ini pemohon justru menginginkan petahana tetap melaksanakan tugasnya dengan tidak mengajukan cuti” kata Widodo dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (5/9/2016).

“Hal ini sebagaimana pernah diucapkan pemohon pada tanggal 6 Juni 2012 saat hendak mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI yang mengatakan: bukan soal takut tidak cuti tidak masalah, hanya saja kami mau Jakarta sebagai contoh penegakan semua undang-undang. Kalau sampai gubernur DKI tidak mengambil cuti, nanti seluruh daerah akan mencari cara-cara seperti ini” tambahnya.

Widodo mengatakan, ucapan Ahok saat itu semestinya menjadi perenungan sebelum mengajukan gugatan uji materi ke MK, sehingga kesan adanya sikap inkonsisten tidak melekat pada Ahok. Ia menambahkan, setiap perkataan dan perbuatan merupakan cerminan sikap seseorang pemimpin.

“Setidaknya hal itu yang menjadi renungan bagi pemohon dalam proses pengujian UU aquo sehingga masyarakat DKI yang mempunyai hak pilih beranggapan pemohon tidak konsisten dengan ucapan yang disampaikan” tegasnya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

ahok-sindir-anies-baswedan-soal-kip

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...