Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Ahok Emosi, Batalkan Pelantikan Lurah dan Camat DKI

Ahok Emosi, Batalkan Pelantikan Lurah dan Camat DKI

ahok batal lantik

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendadak marah-marah membatalkan pelantikan lurah dan camat di Balai Kota Jakarta, Jumat (27/11). Ahok pun langsung membubarkan barisan lurah dan camat yang sudah tertata rapih siap dilantik.

Peristiwa ini sendiri berawal dari kekagetan Ahok ketika memasuki ruangan Balai Agung lokasi pelantikan pejabat yang sudah dipenuhi calon Camat dan Lurah lengkap dengan pakaian resmi putih-putih. Kemudian Ahok tampak berdiskusi dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, Agus Suradika.

Tak lama kemudian, dengan sigap Ahok berdiri di depan microphone dan langsung menginstruksikan agar barisan lurah dan camat membubarkan diri.

“Ini mohon maaf, lurah dan camat batal saya lantik. Saya tidak ada memerintahkan geser lurah dan camat,” kata Ahok bernada tinggi.

Seketika itu pula, sekitar empat baris rombongan lurah dan camat serentak membubarkan diri dan keluar dari ruangan Balai Agung.

Bukan hanya itu, kemarahan Ahok juga disebabkan karena jumlah peserta pelantikan yang hadir dan berbaris di Balai Agung lebih banyak dari perkiraan.

Ahok selanjutnya mengecek ulang daftar pejabat yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Saya bukan orang yang malu-malu, kalau mau dibatalin ya batal. Jangan ada yang disusupin. Bisa kacau ini,” jelasnya.

Walau demikian, Ahok tak dapat menahan emosinya, pelantikan tetap berlangsung. Gubernur pun hanya melantik dua pejabat dari eselon II untuk Kepala Inspektorat dan Kepala BPLHD. Serta pejabat eselon III dan IV dari lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Dinas Sosial.

Seperti diketahui sebelumnya, tanpa menyebutkan jumlah Ahok memastikan akan merombak susunan anak buahnya, serta merotasi jabatan. Alasan Ahok memecat anak buahnya itu karena masih ada upaya untuk menyelipkan anggaran pada usulan Kebijkan Umum APBD dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

“Sebagian besar memang 2015 nyusun anggarannya tuh enggak masuk akal. Terus dinasihatin bahwa ini kan sudah bukan zaman dulu lagi, tapi ngeyel gitu lho,” terang Ahok.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...