Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Ibu Kota / Ahok Jengkel Biaya Notaris Pembelian Rusun Cengkareng Sampai Rp5 Miliar!

Ahok Jengkel Biaya Notaris Pembelian Rusun Cengkareng Sampai Rp5 Miliar!

“Mana ada orang bodoh sih mau bayar notaris Rp 4-5 miliar” kata Ahok.

Ahok Geram Biaya Notaris Pembelian Rusun Cengkareng Sampai Rp5 Miliar!

Basuki Tjahaja Purnama sangat kaget saat mengetahui jasa notaris dalam transaksi pembelian lahan untuk pembangunan Rumah Susun Cengkareng Barat mencapai Rp 4-5 miliar. Karena itu Ahok meminta BPK melakukan audit investigatif terhadap pembelian lahan itu.

Lahan untuk rumah susun itu dibeli dengan harga Rp 600 miliar. Ahok mengemukakan hal itu usai melakukan pertemuan dengan penanggung jawab pemeriksaan dari BPK, I Nyoman Wara di Balai Kota pada Kamis (23/6/2016). Ahok pun menaruh curiga dengan mahalnya jasa notaris transaksi itu.

“Mana ada orang bodoh sih mau bayar notaris Rp 4-5 miliar. Misalnya beli tanah Rp 600 miliar, kamu bayar notarisnya Rp 6 miliar, gila enggak? Rp 10 juta juga banyak yang mau urus tanah sekeping doang” kata Ahok, dalam komentarnya.

Pengadaan lahan untuk pembangunan Rumah Susun Cengkareng Barat merupakan salah satu temuan yang tercantum dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI 2015.

Menurut Ahok, peraturan perundang-undangan memang menyatakan jasa notaris maksimal bisa satu persen dari nilai transaksi. Namun Ahok menyebut pada praktik di lapangan, jasa notaris biasanya hanya berkisar Rp 10 jutaan. Karena itu ia berharap agar BPK segera menindaklanjuti.

“Nah kami minta bantuan BPK untuk periksa karena dari dulu DKI beli tanah selalu pakai maksimum satu persen. Apalagi kami curiga ada tanah kami yang dibeli sendiri dengan palsukan dokumen” tegas Ahok.

Below Article Banner Area

Baca Juga

ahok-sindir-anies-baswedan-soal-kip

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...