Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Ahok Merubah Total Jajaran Direksi Dan Komisaris Bank DKI

Ahok Merubah Total Jajaran Direksi Dan Komisaris Bank DKI

Jajaran direksi dan komisaris Bank DKI akhirnya dirubah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI sebagai pemegang saham utama menyetujui masuknya Honggo Widjojo Kangmasto sebagai Komisaris Utama menggantikan Hasan Basri Saleh. Pergantian tersebut diputuskan dalam Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank DKI.

Posisi Direktur Utama Bank DKI ditempati Kresno Sediarsi yang sebelumnya dijabat oleh Eko Budiwiyono. Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi (BPMP) DKI Jakarta Catur Laswanto menuturkan pergantian direksi merupakan keputusan langsung dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Pergantian jajaran komisaris dan direksi dilakukan lantaran Gubernur DKI melihat kinerja Bank DKI tahun lalu mengalami penurunan signifikan, terutama tingginya rasio kredit bermasalah atau NPL (Non Performing Loan),” ujarnya setelah melaksanakan RUPS-LB Bank DKI, Rabu (17/06/2015).

Sesuai kondisi laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, Selasa (28/04/2015), NPL (Non Performing Loan) gross Bank DKI mengalami peningkatan menjadi 4,81% pada kuartal I/2015, sebelumnya kuartal I/2014 hanya sebesar 2,65%. Rasio NPL nett juga meningkat menjadi 3,00% dibandingkan Maret 2014 yang hanya mencapai 1,53%. Pada posisi Mei 2015 NPL gross melonjak lagi menjadi 5,41 % dan NPL nett menjadi 3,41 %.

Pergantian tersebut menurut pengamatan karena adanya beberapa kekecewan Gubernur DKI, diantaranya tidak cepat tanggapnya jajaran Direksi Bank DKI sebelumnya dalam melayani masyarakat, dipicu dengan permasalahan kartu virtual account penghuni rusun Marunda karena dibuat seadanya yaitu tidak mencantumkan data penghuni rusun hanya ada nomor rusun. Kekecewaan lain adalah Bank DKI belum dapat melayani transaksi non tunai di sentra UKM di Monas dengan nama Lenggan Jakarta.

Kekesalan dan kekecewaan Gubernur DKI lainnya adalah lambatnya Bank DKI untuk naik kelas dari Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) II menjadi BUKU III atau BUKU IV. Padahal Pemda DKI Gubernur sudah siap untuk menyetorkan dana untuk menambah modal Bank DKI.

Harapan dengan adanya perubahan susunan Direksi akan membawa Bank DKI menuju perbaikan. Target perbaikan jangka pendek adalah pada triwulan II/2015 adalah NPL gross 2,79% dan NPL nett 2,39%. Manajemen baru juga diharapkan untuk meningkatkan Bank DKI ke BUKU IV dan direncankan akan Go Public pada 2-3 tahun mendatang.

Catur menuturkan penurunan rasio kredit bermasalah menjadi salah satu target yang harus dicapai oleh jajaran direksi baru Bank DKI. Dia berharap jajaran komisaris dan direksi baru dapat membawa perubahan serta perbaikan kinerja perseroan. Apalagi, lanjutnya, posisi Komisaris dan Direktur Utama Bank DKI terbaru berasal dari kalangan profesional yang memiliki rekam jejak baik.

Honggo Widjojo Kangmasto sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi dan Teknologi Informasi PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) dan Kresno Sediarsi yang pernah menjabat Direktur Teknologi dan Operasional PT Bank Mandiri Tbk.

Dia menambahkan Gubernur Basuki juga berambisi menaikkan kelas salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta tersebut dari Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) II ke BUKU III dan BUKU IV.

Catur menjelaskan modal inti Bank DKI saat ini Rp 4,3 triliun. Rencananya Pemprov DKI akan menyetor dana Rp 1 triliun melalui Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) di anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P).

Sekretaris – Perusahaan Bank DKI Zulfarshah menuturkan ada tiga nama yang tak perlu mengikuti fit and proper test di OJK, yaitu Sarwanto (Komisaris Independen), Agus Suryantoro (Direktur Kepatuhan), dan Martono Soeprapto (Direktur).

Selain nama-nama tersebut, RUPS Bank DKI juga mengangkat Ahdi Jumhari Luddin sebagai Komisaris Independen, Heru Budi Hartono sebagai Komisaris serta Sigit Prastowo, Antonius Widodo Mulyono dan Faret Tia Silalahi sebaga Direktur.

Ada beban berat yang diemban para komisaris dan direksi baru Bank DKI. Oleh karena itu tim baru (The Dream Team) harus bisa memitigasi permasalahan yang ada di tubuh perusahaan antara lain kredit macet, sumber daya manusia, dan pengembangan teknokogi. Semoga semua sesuai harapan, perkembangan Bank DKI akan dipantau terus oleh masyarakat.

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...