Home / Berita / Ibu Kota / Ahok Temukan Pemborosan Anggaran Operasional Bupati Pulau Seribu dimana Sewa Kapal Rp 11 juta

Ahok Temukan Pemborosan Anggaran Operasional Bupati Pulau Seribu dimana Sewa Kapal Rp 11 juta

ahok15ww54

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan hasil penyisiran dan evaluasi terkait draf usulan anggaran dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2016.

Usai dievaluasi, Ahok menemukan banyak anggaran-anggaran yang dinilai tak masuk akal dan cenderung pemborosan.

Pemborosan itu, lanjutnya, terjadi karena banyak pola kerja yang tumpang tindih di jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Satu diantaranya adalah pos anggaran di Kabupaten Kepulauan Seribu.

“Mendingan sisir uang-uang sosialisasi peningkatan dan pemahaman, terus yang saling tumpang tindih SKPD. Saya ambil contoh sederhana Pulau Seribu,” ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (26/11).

Ahok menilai selama ini, pos anggaran di Kepulauan Seribu terjadi pemborosan dalam hal operasional sewa kapal. Ditambahkan olehnya, misal, anggaran sewa kapal untuk operasional Bupati, mencapai Rp 11 juta untuk sekali jalan, angka itu dinilai tak masuk akal.

“Pulau Seribu rata-rata sewa kapal, alasan Bupati mau ke mana-mana sewa kapalnya mengerikan. Sekali jalan Rp 11 juta mengerikan sewa kapalnya,” terangnya.

Oleh karena itu Ahok telah meminta kepada pihak Kabupaten Kepulauan Seribu untuk mengoreksi anggaran yang boros itu. Namun, tetap nominalnya masih cukup besar.

Solusinya, sambung Ahok, ia menawarkan kepada PNS Kepulauan Seribu untuk menggunakan kapal dinas gubernur untuk operasional mereka.

“Lalu dia langsung koreksi dia kurangin, kurangin juga masih banyak. Terus gimana dong Pak enggak ada kapal enggak beli? Saya bilang pakai kapal saya aja. Bupati Pulau Seribu kapal dinasnya pakai kapal Dinas Gubernur,” tambah Ahok.

Ambil aja kapal itu, kata Ahok. Nah model-model begitu kita pangkas.

 

 

 

 

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...