Home / Berita / Ibu Kota / Ahok : Warga Miskin DKI Bakal Punya Dokter Pribadi Gratis

Ahok : Warga Miskin DKI Bakal Punya Dokter Pribadi Gratis

ketuk pintu layani dengan hati

Hari Minggu (24/5) ini Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meresmikan Pencanangan Gerakan ‘Ketuk Pintu Layani dengan Hati’, di Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur.

Salah satu hal yang mengemuka adalah Pemprov DKI akan menyiapkan dokter pribadi untuk 1.250 jiwa warga DKI Jakarta, khususnya yang berlatar belakang ekonomi kurang mampu atau miskin.

“Konsep dokter pribadi ini tanpa dipungut biaya alias gratis. Dengan adanya program ini, memberi kemudahan bagi warga DKI Jakarta yang kurang mampu yang tidak bisa berobat ke rumah sakit,” ungkap Ahok.

Konsep kita seolah-olah, sambung Ahok, mereka yang tidak mampu punya dokter pribadi yang enggak usah bayar.

Dokter pribadi ini sendiri meniru konsep di luar negeri yang sukses dijalankan. “Dokter pribadi di sini sebagai konsultan kesehatan. Dengan kata lain, bagi warga DKI Jakarta kurang mampu yang mengalami gangguan kesehatan bisa berkonsultasi dengan dokter yang dipilihkan sesuai identitas warga,” jelas Ahok.

Mereka, kata Ahok, bisa menanyakan langsung keluhan penyakit yang dirasakan degan mengirim pesan singkat, telepon atau bila keadaannya darurat dokter bisa mendatangi langsung.

“Jika punya KTP Jakarta, bisa dapat nama dokternya A atau B dan nomor teleponnya. Kalau pusing atau mual-mual tanyakan saja ke dokternya. Dia akan nasihatin misal jangan minum bir, jangan merokok,” kata Ahok.

Meski demikian, lanjut Ahok, bagi warga yang sudah diberi masukan oleh dokter tapi masih tetap tidak mendengarkan saran yang diberikan maka akan dicoret.

Sementara terkait program ‘Ketuk Pintu Layani dengan Hati’, program ini diprakarsai oleh tim PKK DKI bekerjasama dengan sejumlah LSM. Sejak program JKN diberlakukan sekitar tiga tahun lalu, pasien yang berobat di seluruh puskesmas yang ada di ibu kota semakin banyak.

“Untuk itu, kami membuat program ketuk pintu layani hati. Kalau ketemu wanita usia subur, kita akan cek IFA. Apabila ada bayi imunisasi, kalau ada lansia kita lanjutkan program di situ. Warga Jakarta yang belum memiliki BPJS, kita akan kasih. Harapan kami semuanya didata,” ungkap Kepala Dinkes DKI Jakarta Koesmedi Priharto

Program ini rencananya akan berlangsung hingga 5 Oktober mendatang di seluruh wilayah Jakarta.

 

 

 

 

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...