Home / Berita / Nasional / Alasan Perempuan Terlibat Dalam Korupsi

Alasan Perempuan Terlibat Dalam Korupsi

25.korupsi gedung kpk

Hampir tiap hari kita bisa lihat ataupun baca berita kalau gedung KPK selalu ramai didatangi oleh mereka baik sebagai saksi maupun tersangka korupsi. Kebanyakan dari mereka adalah kaum lelaki, sudah beristri dan punya keluarga.

Tapi benarkah kalau korupsi selalu urusannya dengan lelaki?

Ternyata pelaku kejahatan tidak identik dengan kaum adam. Perempuan pun kini banyak yang ikut terlibat dalam tindak pidana korupsi. Jumlah grafiknya kian meningkat setiap tahun.

Kita mungkin masih ingat Angelina Sondakh, mantan Putri Indonesia 2001 di vonis 12 tahun karena terlibat kasus korupsi dan suap terkait pembahasan anggaran proyek wisma atlet Palembang. Kemudian ada juga Ratu Atut Chosiyah, Miranda Gultom, Mindo R, Nunun N dan sebagainya.

Mengapa mereka bisa sampai mengikuti arus korupsi? Apa karena mereka wanita karier dan menduduki jabatan penting? Atau mereka mendapatkan jatah uangnya kurang dari suami sehingga tidak mencukupi kebutuhan hidup? Atau apa mereka mengikuti gaya hidup sehingga membutuhkan uang lebih banyak?

Mantan Kepala Biro Hukum KPK Chatarina Girsang menuturkan bahwa jika perempuan merupakan pejabat publik maka kesempatan untuk melakukan korupsi makin terbuka lebar. Mereka, lanjutnya, berpotensi memanfaatkan kewenangannya untuk mencari uang yang lebih banyak.

Kaum perempuan, kata Chatarina, dipercaya untuk menduduki posisi strategis untuk menjadi pelayan masyarakat, bukan mencari kekayaan. Jika motivasinya untuk mencari kekayaan maka perempuan tersebut akan terjebak dalam pusaran hedonisme.

Hal senada juga disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indah Parawansa. Menurutnya korupsi yang menjebak kaum perempuan karena adanya pola hidup konsumtif. Mereka melihat perempuan lain, membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki menilai kalau perempuan punya peran dalam tindak kejahatan pidana korupsi. Perempuan, lanjutnya, juga dinilai juga berperan penting dalam mendukung atau mencegah terjadinya korupsi. “Perempuan memiliki peran sentral (dalam) pencegahan korupsi,”ujar Ruki.

Oleh karena itu, Ruki berharap seluruh perempuan yang telah bersuami di Indonesia sedianya bisa melihat kapasitas suaminya. Sebab hal itu bisa mencegah suami melakukan korupsi.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...