Home / Bisnis / Amunisi Baru Disiapkan Oleh Otoritas Keuangan, Simak Apa Saja ?

Amunisi Baru Disiapkan Oleh Otoritas Keuangan, Simak Apa Saja ?

Untuk meredam gejolak pasar modal yang kian mengkhawatirkan seiring dengan terjungkalnya IHSG hingga 3,97% ke level 4.163,73 karena mengikuti bursa Tiongkok yang terkoreksi 8,49%. Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia menyiapkan berbagai amunisi tambahan, berikut penjelasannya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida kepada Bisnis, Senin (24/8), menjelaskan akan ada kebijakan baru lagi. Saat ini masih dikoordinasikan dan didiskusikan, kalau sudah waktunya akan disampaikan,”. OJK pada akhir pekan lalu, Jumat, (21/8) menerbitkan surat edaran (SE) buyback saham tanpa RUPS dengan pertimbangan selama lima bulan terkahir 2015, IHSG turun cukup dalam. Rencana regulator pasar modal untuk menyiapkan amunisi cadangan sudah tercium saat digelarnya pertemuan antara Direksi BEI dengan para anggota bursa.

Seorang anggota bursa yang enggan disebutkan namanya mengatakan direksi bursa tengah menyiapkan langkah strategis untuk menanggulangi krisis jangka pendek. Konkretnya, memperluas produk efek marjin untuk sekuritas yang memiliki modal kerja bersih disesuaikan di atas Rp100 miliar. Lainnya yakni meperkecil haircut untuk produk marjin. Haricut adalah pemotongan nilai saham yang dijadikan sebagai jaminan, Jika di dalam portofolio terdapat saham yang terkena pemotongan nilai, maka limit yang bisa digunakan untuk transaksi menjadi lebih kecil karena saham yang dijadikan jaminan dinilai lebih kecil dari harga pasar yang sebenarnya.

Anggota bursa lain menyebut dalam pertemuan kemarin ada usulan untuk melonggarkan auto rejection perdagangan. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan belum ada langkah konkret dari otoritas maupul regulator. Sementara itu, ketika ditemui di Gedung BEI, Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan enggan berkomentar soal pertemuan dengan anggota bursa. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia Susy Meiliana juga enggan berkomentar soal pertemuan antara AB dengan direksi BEI. “Ada yang masih wacana. Karena masih rencana biar diselesaikan oleh bursa dulu ya, nanti pada saatnya akan diumumkan bursa,” ujar Sussy. Adapun BEI lebih bersikap reaktif dengan membuat surat penegasan pelarangan transaksi short selling untuk seluruh anggota bursa.

Rencana Buyback

Terkait dengan rencana buyback oleh BUMN, Rini Soemarno, Menteri BUMN menyebutkan pemerintah sudah menyiapkan Rp 10 triliun. Targetnya, hari ini, Selasa (25/8) mulai disuntik, “Minimal Rp. 10 triliun yang kami siapkan,” katanya tanpa merinci lebih detil, di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8). Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Budi Satria mengatakan saat ini pihaknya telah mewancankan untuk melakukan aksi buyback, dengan beberapa pertimbangan. “Tetapi hal-hal lain termasuk timing akan sangat menentukan apakah langkah ini akan diambil,´jelasnya, Senin (24/8). Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK Nelson Tampubolon berharap ada pembeli yang siap menyerap saham yang dijual investor untuk menjaga keseimbangan supply and demand sehingga indeks juga tidak turun naik terlalu tajam.

Sumber : Harian Bisnis Indonesia

Baca Juga

Si Seksi Ariel Tatum Makin Serius dengan Ryuji Utomo

[ad_1] Hot Photo Sabtu, 28 Okt 2017 08:33 WIB  ·   Palevi – detikHOT Jakarta ...