Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Anak Ismail Marzuki Jualan Es, ‘Tak Apa Yang Penting…’

Anak Ismail Marzuki Jualan Es, ‘Tak Apa Yang Penting…’

“Yang penting masih ada yang menghargai karya bapak” ungkap putri Ismail Marzuki, Rachmi Adiyah.

Anak Ismail Marzuki Jualan Es, ‘Tak Apa Yang Penting...’

Ismail Marzuki merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia. Jembatan Merah, Halo-Halo Bandung, Juwita Malam, Rayuan Pulau Kelapa, dan Indonesia Pusaka adalah sejumlah karya bisa dikenang darinya. Tembang itu tak lekang ditelan masa.

Lagu-lagu gubahan Ismail Marzuki memang acap kali tak ‘dihargai’. Baru setelah pemerintah menyematkan gelar pahlawan nasional, berbagai bentuk apresiasi bermunculan. Mereka yang hendak menggunakan lagu Ismail Marzuki dianjurkan untuk meminta izin, sekaligus membayar royalti hak cipta.

Salah satu pihak yang menjadi ahli waris Ismail Marzuki adalah Rachmi Adiyah, yang merupakan putri sang maestro. Dua tahun lalu ia duduk di antara ratusan penonton yang memadati Gedung Teater Taman Ismail Marzuki saat perhelatan 100 tahun Ismail Marzuki pada 21 Mei. Hati kecilnya gundah dan terus bertanya.

Hal itu karena dirinya tak dipanggil ke atas panggung sebagai bagian dari peringatan se-abad usia bapaknya. Tetapi kegundahannya itu perlahan memudar tatkala wanita berumur 66 tahun itu menyadari perhelatan tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa dan karya mendiang bapaknya.

“Yang penting masih ada yang menghargai karya bapak” ungkapnya, ketika itu.

Kini Rachmi Aziyah menjalani hidup serba pas-pasan. Dia mengontrak di Perum Bappenas A12 RT 1 RW 6 Kelurahan Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depok Jawa Barat. Rachmi tinggal bersama suaminya dan dua orang keponakannya. Keempat anaknya sudah menikah dan memilih tinggal terpisah.

Meja tempatnya berjualan begitu sederhana. Hanya sebuah payung besar digunakannya untuk menghalau panas terik matahari. Di depan rumahnya, Rachmi tak berjualan sendiri. Ada beberapa pedagang lain yang ikut menjajakan jualannya.

Beberapa anak sekolah berlalu-lalang di hadapannya. Rachmi terus memandangi mereka berharap sudi mampir ke meja jualannya dan membeli minuman segar yang dijajakannya. Rachmi tampak ceria meladeni anak-anak itu. Kedua tangannya juga masih sangat lihai saat menuangkan botol minuman.

Satu kantong plastik berisi minuman bersoda dan teh manis dihargai Rachmi Rp 2.000,-, sedangkan sayur asem dihargai Rp 6.000,-. Harga ini dianggap wajar oleh Rachmi karena pembeli minuman es adalah anak-anak SD. Keuntungan yang didapat dari berjualan es tak menentu. Seharian penuh berjualan, Rachmi bisa memperoleh keuntungan berkisar Rp 50.000,- sampai dengan Rp 70.000,-.

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...