Home / Berita / Nasional / Ancam Singapore Airlines, Alasan Ilham Sepele: Cuma Mau Lihat Airbus A-380 Mendarat di Jakarta

Ancam Singapore Airlines, Alasan Ilham Sepele: Cuma Mau Lihat Airbus A-380 Mendarat di Jakarta

Ancam Singapore Airlines, Alasan Ilham Sepele Cuma Mau Lihat Airbus A-380 Mendarat di Jakarta

Baru-baru ini mahasiswa semester VIII di Universitas Multi Media Nusantara, Ilham Akbar (21) membuat kehebohan dengan menyebar ancaman Singapore Airlines. Ilham membuat akun pseudonim di twitter dan meneror Singapore Airlines, sehingga membuat penerbangan terganggu. Lantas apa alasan Ilham melakukan hal itu?

Ancaman yang dilakukan Ilham pada 1 Juli lalu lewat akun @SatNoToLGBT itu, ditujukan ke akun @Singaporeair. Menurut keterangan Kasubdit Cybercrime Dit Tipidsus Bareskrim Polri, Kombes Albertus Rahmad Wibowo mengatakan jika yang dilakukan Ilham hanyalah sebuah keisengan belaka. “Dia iseng. Dia senang mengamati dunia penerbangan” ungkap Kombes Albertus Rahmad Wibowo, Rabu (8/7/2015).

Satu tujuan konyol dari ancaman ke Singapore Airlines ini, Ilham ingin melihat pesawat penumpang terbesar Airbus A-380 mendarat di Jakarta. “Bapaknya juga ada di dunia penerbangan. Dia pengen lihat pesawat Airbus mendarat di Jakarta. Dan ternyata bisa, itu saja motifnya” tambah Albertus.

Berikut ini kronologis ancaman Ilham kepada Singapore Airlines

Rabu, 1 Juli

Ilham, lewat akun Twitter @SatNoToLGBT, melontarkan ancaman beberapa kali kepada Singapore Airlines dengan me-mention langsung akun resmi maskapai tersebut.

Pada ancaman yang dilontarkan pukul 12.11 WIB, dia menulis “Hi @SingaporeAir, DO NOT FLY THE PLANE EX. SQ221 TODAY (1/7)”

Ancaman itu pada menit yang sama diikuti dengan peringatan “@SingaporeAir I TELL YOU AGAIN, DO NOT FLY IT (5/7)

Semenit kemudian, pukul 12.12 WIB, Ilham kembali melontarkan ancaman, “@SingaporeAir DO NOT FLY! (6/7)”

Masih pada menit yang sama, pukul 12.12 WIB, dia menulis kembali “@SingaporeAir THANKS (7/7)”

Dua menit kemudian, pukul 12.14 WIB, Ilham menulis “@SingaporeAir @fangpyro THE VICTIM AIRCRAFT. THANKS” sambil menyertakan gambar pesawat yang ia ancam bom.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Victor Sumanjuntak  mengatakan ancaman juga dikirim Ilham via surat elektronik ke Singapore Airlines, meminta pesawat mereka tak terbang karena di dalamnya ada bom.

Akibat ancaman Ilham ke pesawat Singapore Airlines jenis Aibus A380 tersebut, keberangkatan tiga pesawat maskapai itu mesti ditunda tiga jam untuk sterilisasi.

Selasa, 7 Juli

Ilham ditangkap Tim Cybercrime Bareskrim Polri di kosannya di Tangerang, Banten, atas informasi dari kepolisian Singapura. Dua teman sekosan Ilham juga ikut dibawa polisi untuk diperiksa.

Rabu, 8 Juli 

Ilham diperiksa Bareskrim Polri. Dia dijerat Pasal 27 ayat (4) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ilham kini terancam hukuman maksimal enam tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...