Home / Berita / Nasional / Apa Itu Agama Baru Baha’i?

Apa Itu Agama Baru Baha’i?

Agama Baru Baha'i
Agama Baru Baha’i
Kamis 24 Juli 2014 Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melalui akun Twitter @lukmansaifuddin menyatakan akan mengkaji Baha’i sebagai agama di Indonesia.

Dalam Pemerintah RI sampai saat ini hanya mengakui 6 agama yakni agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu, dalam konstitusi.

“Kemenag saat ini sedang mengkaji hal tersebut. Masukan tentang hal ini sangat berarti bagi kami,” kata Lukman dalam kicauannya di Twitter.

Menurut dia, yang perlu dikaji dan didalami saat ini oleh Kemenag adalah apakah dalam konteks bernegara Pemerintah berhak mengakui atau tidak mengakui suatu keyakinan itu agama atau bukan.
Lukman membeberkan alasan dan dasar soal pengakuan Baha’i sebagai agama dalam kicauan di akun Twitter miliknya.

Menurut dia, kajian ini dilakukan setelah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengirimkan surat yang mempertanyaan perihal Baha’i ini.

Berikut ini 10 serial kultwit dari Menang Lukman Hakim Syaifuddin yang merupakan Politisi dari PPP ini mengenai Agama Baha’i

“1. Awalnya Mendagri bersurat, apakah Baha’i memang benar merupakan salah saru agama yg dipeluk penduduk Indonesia? #Baha’i.”
“2. Pertanyaan ke Menag itu muncul terkait keperluan Kemendagri memiliki dasar dlm memberi pelayanan administrasi kependudukan. #Baha’i”
“3. Selaku Menag saya menjawab, Baha’i merupakan agama dari sekian banyak agama yg berkembang di lebih dari 20 negara. #Baha’i”
“4. Baha’i adalah suatu agama, bukan aliran dari suatu agama. Pemeluknya tersebar di Banyuwangi (220 org), Jakarta (100 org), #Baha’i”
“5. Medan (100 org), Surabaya (98 org), Palopo (80 org), Bandung (50 org), Malang (30 org), dll. #Baha’i”
“6. Saya menyatakan bahwa Baha’i adalah termasuk agama yg dilindungi konstitusi sesuai Pasal 28E dan Pasal 29 UUD 1945. #Baha’i”
“7. Berdasar UU 1/PNPS/1965 dinyatakan agama Baha’i merupakan agama di luar Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.. #Baha’i”
“8. … yg mendapat jaminan dari negara dan dibiarkan adanya sepanjang tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. #Baha’i”
“9. Saya berpendapat umat Baha’i sebagai warganegara Indonesia berhak mendapat pelayanan kependudukan, hukum, dll dari Pemerintah. #Baha’i”
“10. Demikian temans, semoga maklum. Selamat bersiap berbuka bagi yg puasa, meski masih lama.. 😉 #Baha’i”

Mengenal Apa itu Baha’i

Aliran Baha’i Indonesia yang sudah berdiri Sejak tahun 2011 ternyata memiliki situs resmi yang beralamat di bahaiindonesia.org . Jika melihat penjelasan dari http://bahaiindonesia.org, aliran Baha’i sendiri berasal dari kata Bahá’u’lláh yang berarti Kemuliaan Tuhan. Pengikutnya mempercayai Bahá’u’lláh adalah Pembawa Wahyu Agama Bahá’í.

Salah satu kutipan dari Bahá’u’lláh yang menjadi tampilan website yaitu Agama Tuhan adalah untuk cinta dan kesatuan, janganlah menjadikannya sebagai sebab permusuhan dan perselisihan.

Dalam website ini juga terdapat kolom yang berjudul ‘Baha’i percaya’. Kolom ‘Baha’i percaya’ berisikan empat point. Diantaranya Baha’i Percaya Pria dan wanita adalah sama, Perdamaian Dunia adalah kebutuhan yang sangat mendesak dari jaman ini, Ketuhanan Yang Maha Esa dan Semua agama berasal dari Tuhan.

Website ini tidak menjelaskan beberapa jumlah resmi pengikut aliran Baha’i yang ada di Indonesia.

Sejarah Agama Baha’i

Baha’i pertama kali Muncul di Iran pada abad 19, tepatnya tahun 1863. Pendirinya Baha’u’llah yang wafat pada tahun 1892 di Bahji . Agama yang dibawa Baha’u’llah ini terus berkembang hingga penganutnya mencapai enam juta orang di awa abad 21. Para penganut agama ini tersebar di 237 negara di dunia.

Dalam ajaran Baha’i, seperti dikutip dari Wikipedia, agama dipandang sebagai suatu proses pendidikan bagi umat manusia melalui para utusan Tuhan, yang disebut para “Perwujudan Tuhan”. Baha’u’llah dianggap sebagai Perwujudan Tuhan yang terbaru. Dia mengaku sebagai pendidik Ilahi yang telah dijanjikan bagi semua umat dan yang dinubuatkan dalam agama Kristen, Islam, Buddha, dan agama-agama lainnya.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...