Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Ibu Kota / Apakah Ahok Berhasil Dalam Memimpin Jakarta? Ini Pendapat Dari Politikus Gerindra

Apakah Ahok Berhasil Dalam Memimpin Jakarta? Ini Pendapat Dari Politikus Gerindra

kota jakarta

Ketenaran Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungguli tokoh-tokoh lain. Ahok sendiri menduduki urutan teratas calon Gubernur DKI pada 2017 mendatang.

Hal itu berdasarkan hasil survei SMRC, dimana Ahok mendapatkan angka dukungan tertinggi sebesar 23,5 persen. Sedangkan nama lainnya  Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Fauzi Bowo, Tri Rismaharini, Tantowi Yahya, Abraham Lunggana, dan Anis Matta juga menjadi pilihan namun dengan jumlah tidak lebih dari tiga persen.

Terkait hasil survey, politikus Gerindra Mohammad Sanusi menilai masyarakat jangan terkecoh dengan hasil survei tersebut. Sebab, di mata dia, Ahok terbukti gagal memimpin ibu Kota.

Anggota DPRD DKI itu, mengungkapkan bahwa kegagalan Ahok bisa dilihat dari minimnya kualitas serapan APBD DKI. Rendahnya serapan itu merupakan ukuran untuk melihat keberhasilan seseorang memimpin DKI.

“Di dalam APBD itu ada belanja langsung atau tidak langsung. Belanja langsung belanja publik, apa itu kebutuhan publik mengenai jalan, saluran, jembatan, transportasi umum segala macam. Kalau APBD tidak terserap berarti seorang pemimpin daerah belum bisa dikatakan sukses, gagal,” ungkap Sanusi di Gedung DPRD DKI, Jumat (16/10).

Tetapi, di masa pemerintahan Ahok, masyarakat juga harus jeli. Sebab, pembangunan yang dilakukan oleh Ahok berasal dari dana-dana di luar APBD.

“Nah, pertanyaannya dari mana? Kalau dari CSR (Corporate Social Responsibility), dana CSR itu atas nama siapa? Harusnya diaudit dong CSR-nya. Jangan kemudian yang kecil tidak disampaikan, yang besar disampaikan ke publik,” jelas Sanusi.

Menurut Ketua Komisi D DPRD DKI ini, tidak ada alasan untuk seorang Gubernur Jakarta tidak dapat menyerap anggaran. Sebab, dasar hukum yang digunakan pada APBD tahun 2015 ini adalah menggunakan Peraturan Gubernur (Pergub). Artinya semua perencanaan hingga pelaksanaan ada ditangan seorang Gubernur.

“Di provinsi lain bagaimana mencari anggaran supaya bisa membangun. Ini ada anggaran enggak bisa membangun. Enggak ada alasan kenapa? Pertama musrenbang yang buat siapa? Ahok, e-planning yang buat siapa? Ahok, e-budgeting siapa? Ahok, e-catalog siapa? Ahok, LKPP siapa? Ahok,” imbuh Sanusi.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ahok-sindir-anies-baswedan-soal-kip

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...