Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Artikel / Apakah Catatan Penunggak Hutang di BI Checking Hilang Dalam 3 Tahun ?

Apakah Catatan Penunggak Hutang di BI Checking Hilang Dalam 3 Tahun ?

Setiap permohonan kredit yang diajukan kepada pihak perbankan maupun kepada perusahaan pembiayaan pasti akan melalui proses yang disebut BI checking. Tujuannya agar memgetahui apakah pemohon kredit sudah memiliki kredit di bank atau perusahaan lain dan untuk mengetahui tingkat kualitas kredit sebelumnya.

Hasil BI Checking sangat berpengaruh terhadap disetujui atau tidaknya fasilitas kredit yang akan diberikan kepada calon nasabah. Jika hasil BI checking tidak ada data kredit bermasalah di bank lain maka permohonan kredit akan dilanjutkan pada tahap selanjutnya. Namun jika dalam hasil BI cheking terdapat permasalahan atau tercatat adanya tunggakan pembayaran angsuran kredit maka pihak bank atau perusahaan pembiayaan akan berhati-hati untuk melakukan proses selanjutnya.

Biasanya batas toleransi antara pihak bank dengan pihak perusahaan pembiayaan dalam menyetujui hasil BI checking yang bermasalah tergantung kebijakan masing-masing. Ada bank yang masih bisa memproses kredit ke tahap selanjutnya apabila nasabah masih dalam kolektibilitas 1 (lancar) dan 2 (Dalam Perhatian Khusus). Jika kualitas kreditnya sudah menurun dan digolongkan Kurang Lancar, Diragukan atau Macet maka sulit bagi pihak bank dan perusahaan pembiayaan untuk memproses lebih lanjut permohonan kreditnya.

Masalah lain adalah hasil BI Checking tidak pandang bulu terhadap tunggakan, besar kecil tetap masuk di hasil BI checking. Seperti tunggakan kewajiban karena masalah sepele karena adanya beban biaya meterai kartu kredit sebesar Rp 6.000,- yang belum dilunasi pada saat pelunasan tagihan maka itu tetap akan tercatat sebagai tunggakan dan akan muncul di hasil BI checking. Biasanya dosa pasangan (suami istri) akan menjadi pertimbangan juga, sehingga akan mengganggu dalam proses permohonan kredit selanjutnya.

Selain untuk menilai karakter para calon debitur, saat ini BI checking juga digunakan untuk menilai karakter pegawai baru. Beberapa bank telah melakukan BI checking untuk setiap calon pegawai yang akan diterima.

BI checking merupakan catatan dosa bagi seseorang yang mempunyai kredit bermasalah di perbankan maupun di perusahaan pembiayaan, dosa sekecil apapun akan tercatat selama 3 tahun. Untuk menghapus dosa dosa yang ada dari hasil BI checking sangatlah sulit karena harus melalui jalan panjang yang berliku (simak alur di bawah ini).

Maka jika seseorang sudah berkomitmen untuk mengambil kredit di perbankan maupun di perusahaan pembiayaan baik dalam bentuk kredit modal kerja, investasi, kredit KPR, KTA, Kartu Kredit dan sebagainya yang berbentuk kredit maka harus selalu menjaga kulaitas kreditnya supaya tidak menunggak pembayaran bunga maupun cicilan pokok, jika tidak maka dosa sekecil apapun akan selalu tercatat di hasil BI checking.

Ketidaksesuaian hasil BI Checking dengan Data Debitur

Apabila masyarakat sebagai debitur menemukan ketidaksesuaian antara data pada IDI Historis dan data debitur sebenarnya, maka debitur yang bersangkutan dapat mengkonfirmasi hal tersebut dengan cara :
1. Melakukan konfirmasi data kepada lembaga keuangan yang memberikan fasilitas penyediaan dana/pembiayaan kepada debitur. Apabila setelah dilakukan pengecekan ditemukan kesalahan pelaporan oleh lembaga keuangan, maka lembaga keuangan dimaksud akan memperbaiki data debitur yang tersimpan dalam SID.
2. Melakukan konfirmasi data di Bank Indonesia. Apabila setelah dilakukan pengecekan ditemukan indikasi kesalahan pelaporan oleh lembaga keuangan, maka Bank Indonesia akan meminta lembaga keuangan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan data debitur.

Alur Proses Pengaduan Debitur

Alur Pengaduan Melalui Lembaga Keuangan
1.a. Masyarakat (debitur) mengajukan konfirmasi mengenai perbedaan datanya dalam IDI Historis kepada lembaga keuangan, tempat debitur tersebut mengajukan permohonan penyediaan dana/pembiayaan.
2.a/3.a. Bila data benar, lembaga keuangan mengirimkan tanggapan langsung kepada masyarakat (debitur) berisi penjelasan/klarifikasi.
2.b/3.b/4.b. Bila data salah, lembaga keuangan melakukan koreksi data dan mengirimkan koreksi tersebut kepada BI dan mengirimkan surat penjelasan/klarifikasi data kepada debitur.
Alur Pengaduan Melalui BI
1.c. Masyarakat (debitur) mengajukan konfirmasi mengenai perbedaan datanya dalam IDI Historis kepada Bank Indonesia (melalui Gerai Info).
2.c. BI menganalisa data debitur tersebut pada SID.
3.c. BI mengirimkan surat kepada lembaga keuangan terkait untuk mengkonfirmasi data debitur yang bersangkutan.
4.c/5.c. Bila data benar, lembaga keuangan mengirimkan tanggapan langsung kepada masyarakat (debitur) berisi penjelasan/klarifikasi
4.e/5.e/6.e. Bila data salah, lembaga keuangan melakukan koreksi data dan mengirimkan koreksi tersebut kepada BI dan mengirimkan surat penjelasan/klarifikasi data kepada debitur.

Below Article Banner Area

Baca Juga

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...