Home / Berita / Nasional / Awal Puasa Berbeda, Pemerintah Dilarang Ikut Campur

Awal Puasa Berbeda, Pemerintah Dilarang Ikut Campur

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (kompas.com)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (kompas.com)

Aktual Post – Sebenatar lagi umat muslim sudah akan memulai berpuasa, hal tersebut dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan di tahun 2013 ini. Namun sayang, sucinya bulan Ramadhan di tahun 2013 ini malah akan menjadi kontroversi, hal tersebut terkait dengan adanya perbedaan awal puasa.

Seperti halnya dengan tahun – tahun sebelumnya, Muhammadiyah menentukan hari yang berbeda dengan pemerintah untuk memulai puasa. Tentu saja hal tersebut akan mengganggu keyakinan masyarakat, sebab mereka menjadi bingung harus mengikuti ketentuan yang mana.

Secara umum, awal puasa memang ditentukan oleh pemerintah. Namun, Muhammadiyah yang memiliki cara perhitungan berbeda dengan pemerintah, sehingga awal puasa antara Muhammadiyah dengan pemerintah menjadi berbeda. Dan hal ini lah yang membuat masyarakat menjadi kebingunan untuk memulai menjalankan puasa, arus mengikuti jadwal pemerintah atau Muhammadiyah.

Menanggapi adanya perbedaan awal puasa yang terjadi, ketua umum pimpinan pusat Muhammadiyah “Din Syamsuddin” meminta masyarakat untuk jangan bingung, masyarakat dianjurkan untuk memuali puasa dengan keyakinan mereka sendiri, beloh ikut jadwal pemerintah atau jdwal Muhammadiyah.

Din Syamsuddin juga menghimbau kepada seluruh masyarakat indonesia, agar adanya perbedaan awal puasa untuk tidak dijadikan suatu masalah. Ini semua kembali bergantung keyakinan masyarakat sendiri, dan sebaiknya pemerintah juga jangan terlalu ikut campur terhadap hal ini, ujar Din Syamsuddin Kompas (8/7).

Memang untuk urusan memulai awal puasa di bulan suci ramadhan Muhammadiyah terkesan tidak patuh terhadap pemerintah, dan hal tersebut memang wajar terkait adanya perbedaan keyakinan. Yang pasti, kapan pun diharuskan memulai puasa kita sebagai umat muslim harus dalam keadan siap.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...