Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Awas, yang Nimbum Bahan Pangan Bakal Didenda Rp 50 miliar

Awas, yang Nimbum Bahan Pangan Bakal Didenda Rp 50 miliar

Kapolri Jenderal  Badrodin Haiti
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) mengancam akan menindak tegas bagi siapa pun pengusaha yang menimbun kebutuhan pokok. Hal tersebut dituangkan maklumat Kapolri Nomor MAK/01/VIII/2015 tentang larangan penimbunan atau penyimpanan pangan dan barang kebutuhan pokok.

Kapolri Badrodin Haiti mengatakan, maklumat tersebut ini dikeluarkan berdasarkan fenomena tingginya harga daging sapi dan beras yang terjadi belakangan ini. “Kita sosialisasikan kepada pedagang, kalau ada pelanggaran kena pidana,” ujar Badroddin, Senin (24/8) di Istana Bogor.

Ada tiga hal yang menjadi pokok penting dalam maklumat itu. Pertama, pemerintah berkewajiban menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup aman, bermutu dan bergizi seimbang. Kedua, dalam praktiknya sering terjadi keresahan masyarakat yang diakibatkan oleh kelangkaan atau gejolak kenaikan harga pangan.

Poin ketiga, kepada pelaku usaha dilarang dengan sengaja menimbun atau menyimpan melebihi jumlah maksimal yang diperbolehkan, atau di luar batas kewajaran, dengan maksud untuk memperoleh keuntungan. Sehingga mengakibatkan bahan pokok menjadi mahal atau melambung tinggi.

Pelaku juga dilarang menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah atau waktu tertentu. Pada saat kelangkaan barang, gejolak harga atau hambatan lalu lintas perdagangan. Jika terbukti melanggar maka diancam pidana penjara maksimal lima tahun atau denda Rp 50 miliar.

Badrodin mengaku tidak akan segan-segan untuk memproses pengusaha yang terbukti melakukan penimbunan.- kont/ant

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...