Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Bakal Jadi Tersangka lagi dalam Kasus Dana Bansos, Gatot Dinilai Korban Konspirasi Nasdem

Bakal Jadi Tersangka lagi dalam Kasus Dana Bansos, Gatot Dinilai Korban Konspirasi Nasdem

Tengku Erry Nuradi (kiri) bersama Gatot Pujo Nugroho
Tengku Erry Nuradi (kiri) bersama Gatot Pujo Nugroho

Jeratan korupsi yang menimpa Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho  tidak semata-mata kasus penyelewenangan kekuasaan, diduga juga berbau unsur politis.  Pengamat hukum tata negara Margarito menilai, kasus itu merupakan persekongkolan (konspirasi) Partai Nasdem untuk menjatuhkan Gatot dari jabatan Gubernur untuk digantikan oleh Tengku Erry Nuradi yang merupakan Wakil Gubernur Sumut. Tengku Erry adalah ketua Partai Nasdem Sumut, sama dengan Jaksa Agung M.Prasetyo yang juga berasal dari  partai yang sama.

Sebelum Gatot ditahan KPK, sudah menjadi rahasia umum di Sumut kalau hubungannya dengan Tengku Erry tidak lagi mesra. Hal ini yang menjadi alasan Margarito bahwa kasus Gatot ini sangat kental dengan aroma politis.

Apalagi hari ini Selasa 25 Agustus, Jaksa Agung kemungkinan menetapkan lagi Gatot sebagai tersangka kasus penyelewengan dana Bantuan Sosial Pemprovsu. “Boleh jadi ada konspirasi untuk membuat posisi Gatot  sebagai tersangka sehingga posisi Tengku Erry semakin aman sebagai pelaksana tugas Gubernur,” katanya.

Untuk mengakhiri prasangka adanya kepentingan politik itu, Margarito menyarankan agar Kejaksaan Agung seharusnya  rela menyerahkan penanganan kasus bansos Pemprov Sumut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  “Agar jauh dari kesan ada intervensi kepentingan politik,” imbuhnya lagi.

Dikatakan lagi, kalau memang ada kepentingan politik, maka kejaksaan agung sudah tidak perlu ngotot lagi untuk menangani kasus bansos. Pasalnya, Gatot saat ini sudah berstatus tersangka kasus suap hakim PTUN Medan dan nantinya setelah menjadi terdakwa, agar dinonaktifkan sementara. Saat itulah, Erry akan naik posisi sebagai Pj Gubernur Sumut.

“Toh andaikata, andaikata ada situasi politik, itu sudah tercapai. Gubernur sudah menjadi tersangka, mau apa lagi?” kata Margarito.

Berbeda dengan Margarito,  Jaksa Agung HM Prasetyo tegas membantah adanya kepentingan politis di balik penanganan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Sumatera Utara itu. Menurut dia, alasan Kejaksaan tak menyerahkan kasus itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena sejak awal kasus bansos berbeda dari kasusdugaan  suap yang ditangani KPK.

Jaksa Agung HM Prasetyo
Jaksa Agung HM Prasetyo

“Lah! Unsur politis di mana?  Jangan praduga seperti itu. Tidak ada unsur politis, atau unsur apa pun. Kecuali unsur hukum,” kata Prasetyo saat ditemui wartawan di Jakarta. Ia yakin penanganan kasus bansos di Kejaksaan Agung dan dugaan suap di KPK yang menjerat Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho tidak akan bertabrakan satu sama lain meski ditangani dua instansi berbeda. Kasus bansos, kata dia, sudah diusut Kejaksaan sejak lama.

“Satu lagi perkara sudah lama kita lakukan penyelidikan. Jadi kalau ada tuduhan, buktikan dulu, jangan sekedar bicara,” kata dia.

Kalau pun hari ini Gatot kembali dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus Dana Bansos, Prasetyo yakin, itu semata-mata karena hasil penyelidikan, tidak ada unsur politis guna menguntungkan posisi Tengku Erry agar mulus menduduki jabatan sebagai pelaksana tugas Gubernur Sumut. – kom/jpn/ant

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...