Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Bedah Bank / Bank BHI 2014, Biaya Tenaga Kerja Naik, Modal Inti Naik, NPL Naik, Tren Laba BHI Anjlok

Bank BHI 2014, Biaya Tenaga Kerja Naik, Modal Inti Naik, NPL Naik, Tren Laba BHI Anjlok

Aktual Post – Bank Harda International saat ini dikemudikan oleh Bapak Anthonius Prabowo Argo sebagai Direktur Utama, sesuai ketentuan Bank dikelompokan dalam BUKU 1. Pada akhir Desember 2014 perolehan laba bersih yang dikumpulkan selama satu tahun sebesar Rp. 13,07 miliar. Trend penurunan laba sudah dirasakan sejak tahun 2013, semula pada tahun 2012 perolehan laba bisa mencapai Rp 20,05 miliar namun kemudian turun drastis di tahun 2013 menjadi sebesar Rp. 11,72 miliar. Penurunan laba tersebut disebabkan meningkatnya beban operasional pada tahun 2013 sebesar Rp 15,93 miliar dan Rp. 4,48 miliar pada tahun 2014.

Kamponen beban operasional yang sangat berpengaruh terhadap kenaikan adalah biaya tenaga kerja meningkat sebesar Rp. 8,2 miliar di tahun 2013 menjadi Rp 40,76 miliar  dan ditahun 2014 naik sebesar Rp 5,46 miliar menjadi 46,22 miliar. Peningkatan beban Tenaga Kerja tersebut seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh pegawai bank dan dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai. Ratio BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) cenderung meningkat dari tahun 2012 semula sebesar 85,37 % menjadi 94,37 % pada akhir tahun 2014.

Grafik perbandingan biaya tenaga kerja dan Laba

Kredit yang diberikan tumbuh sebesar Rp 0,39 triliun atau 34,83 % menjadi sebesar Rp 1,51 triliun belum dibarengi dengan pengelolaan yang baik, sehingga terjadi peningkatan persentase Non Performing Loan (NPL) gross di akhir tahun 2014 yaitu sebesar 3,58 %, meningkat 1,96 %. Demikian halnya dengan NPL net yang meningkat 1,79 % menjadi 3,26 % pada kahir tahun 2014.

Trend pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) cukup menggembirakan sejak tahun 2011 mengalami peningkatan dan posisi akhir tahun 2014 sebesar Rp 2,46 triliun bahkan di kuartal I/2015 meningkat menjadi Rp. 2,5 triliun. Sayangnya perolehan NIM (Net Interest Margin) cenderung turun dari 5,36 % di akhir tahun 2013 menjadi 4,96 % pada akhir tahun 2014. Penurunan NIM ini bisa disebabkan oleh tekanan untuk memberikan tingkat suku bunga yang lebih tinggi (special rate) kepada nasabah dana, khususnya simpanan berjangka. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya beban bunga yang semula hanya Rp. 76,41 miliar pada tahun 2013 meningkat Rp 61,31 miliar atau 80,30 % menjadi Rp 137,77 miliar pada akhir tahun 2014.

Dilain pihak penerimaan pendapatan bunga juga mengalami peningkatan sebesar Rp 57,73 miliar atau 35,03 % pada akhir tahun 2014 menjadi Rp 222,5 miliar, namun peningkatan tersebut belum dapat menutupi peningkatan beban bunga yang lebih tinggi. Peningkatan pendapatan bunga selain karena penambahan kredit yang diberikan juga karena penerapan suku bunga tinggi kepada debitur. Debitur  yang masih bertahan menerima suku bunga kredit tinggi, akan berdampak buruk, bunga pinjaman yang tinggi menjadi bumerang dan mempengaruhi juga tingkat NPL (Kredit bermasalah/Total kredit x 100) akan meningkat.

Capital Adequacy Ratio (CAR) bank yang hanya mempunyai 18 kantor cabang masih terjaga dengan baik ditingkat 15,73 % pada akhir tahun 2014. Ratio lainnya berupa LDR (Loan to Deposit Ratio) cenderung meningkat sejak tahun 2012 sampai akhir tahun 2014. Ditahun 2012 LDR mencapai 79,37 % dan akhir tahun 2014 sebesar 92,84 %.

Bank Harda International yang sahamnya dimiliki oleh PT. Hakim Putraperkasa sebanyak 91,57 % tahun 2011 mendapat predikat BAGUS dari penilaian majalah Infobank dan pada tahun 2012 merupakan best figure karena mendapat penilaian SANGAT BAGUS dari majalah Infobank. Namun sayangnya prestasi tidak dipertahankan oleh menejeman yang baru sehingga  pada tahun 2013 penilaian dari majalah Infobank turun predikatnya menjadi BAGUS.

Bagaimana dengan saat ini ? kelihatannya cenderung menurun terlihat dari beberapa indikator penting. Akankah ada peningkatan disembilan bulan kedepan?

Below Article Banner Area

Baca Juga

amnesti_pajak889

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...