Home / Bisnis / Bank CIMB Niaga Menggugat Deposito Rp12 Miliar ke Bank Mega, Ini Ceritanya

Bank CIMB Niaga Menggugat Deposito Rp12 Miliar ke Bank Mega, Ini Ceritanya

JAKARTA – Pada tanggal 13 Mei 2015 PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum kepada PT Bank Mega Tbk. (Bank Mega) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Bank CIMB Niaga melayangkan gugatan berkaitan dengan simpanan berjangka sebesar Rp 12 miliar yang di tanam di Bank Mega atas nama Reksa Dana Harvestindo Maxima. CIMB Niaga merupakan bank kustodian dari reksa dana tersebut.

Sekretaris Perusahaan CIMB Niaga Rudy Hutagalung mengatakan “Gugatan tersebut diajukan karena pada saat tanggal jatuh tempo, Bank Mega tidak membayarkan bunga maupun dana pokok deposito berjangka tersebut ke rekening Reksa Dana Harvestindo Maxima di Bank Kustodian,” kepada Bisnis.com, Selasa (26/5/2015).

PT Harvestindo Asset Management yang dulunya bernama PT Suprasurya Asset Management juga diseret sebagai turut tergugat, pada berkas gugatan yang dilayangkan bernomor 297/PDT.G/2015/PN JKT.SEL.

Penggugat menjelaskan, pada 16 Desember 2012, pihaknya menempatkan dana deposito senilai Rp 10 miliar atas nama Reksa Dana Harvestindo Maxima dengan bilyet deposito berjangka nomor AA 089172.

Penggugat kembali menempatkan dana deposito senilai Rp. 2 miliar atas nama reksa dana yang sama, pada tanggal 7 Januari 2011. Namun, ketika jatuh tempo, Bank Mega tidak membayarkan deposito tersebut.

CIMB Niaga meminta majelis hakim untuk menghukum Bank Mega membayar bunga 6% per tahun kepada Reksa Dana Harvestindo Maxima terhitung sejak gugatan tersebut diajukan hingga tergugat membayar seluruh kerugian. Dalam petitumnya, Bank Mega dituntut membayar ganti rugi senilai Rp15 miliar atas kerugian materiil dan immaterial yang diderita CIMB Niaga selaku Bank Kustodian.

Selain itu penggugat juga meminta mejelis hakim menyatakan sah atas  sita jaminan yang diletakkan terhadap tanah dan bangunan gedung milik Bank Mega yang dikenal dengan nama Menara Bank Mega di Jl. Kapten Tendean Kav.12-14 A, Jakarta.

Belum ada penjelasan resmi dari pihak Bank Mega kenapa deposito yang hanya Rp 12 miliar tersebut tidak bisa dicairkan, apakah karena kekurangan likuiditas atau ada hal lain yang melatarbelakangi.  Selain itu sidang perdana atas sengketa antara kedua bank ini pun belum dilaksanakan. Tuntutan ini dapat menimbulkan risiko reputasi terhadap Bank Mega.

Baca Juga

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...