Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Bank Diminta Lebih Transparan dan Akuntabel

Bank Diminta Lebih Transparan dan Akuntabel

Perbankan nasional, sebagai pihak yang memiliki peran intermediasi dalam proses pembangunan, diminta untuk lebih transparan dan akuntabel kepada publik, terutama kepada nasabahnya.

Koordinator Sekretariat Koalisi Responsi Bank Indonesia, Akbar Ali, mengatakan kewajiban bank untuk menjadi transparan dan akuntabel kepada masyarakat sangat penting dikarenakan perbankan menjalankan fungsi menghimpun dana masyarakat yang disalurkan kembali melalui kredit dan investasi.

Berdasarkan penelitian transparansi dan akuntabilitas yang dilakukan oleh Responsi Bank Indonesia, dari 11 bank yang menjadi obyek penelitian, hasilnya menunjukkan Citibank Indonesia memperoleh skor tertinggi (6.8), diikuti oleh Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ (4.4). Adapun bank-bank besar nasional seperti BNI, Danamon, BRI, Mandiri dan BCA memperoleh skor di kisaran 0.3 hingga 2.8.

Adapun ke 11 bank yang dinilai tersebut antara lain BNI, Bank Danamon, BRI, Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri, Bank OCBC-NISP, BCA, Panin, Citibank, MUFG dan HSBC. Ke 11 bank ini menguasai sekitar 66% aset Bank Indonesia.

“Dari isu transparansi dan akuntabilitas bank-bank di Indonesia belum secara terbuka mempublikasikan informasi yang seharusnya diterima publik seperti kemana mereka mengalihkan kreditnya.” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/05/2015).

Menurutnya di 6 negara lain yang sudah maju, seperti Belgia, Brazil, Prancis, Belanda, Jepang dan Swedia, bank-bank lebih terbuka untuk menginformasikan kepada masyarakat kredit yang disalurkan per sektor beserta besaran nilai dan jenis usahanya dengan menayangkan di halaman website resmi bank.

Akbar menuturkan dengan adanya transparansi bank, masyarakat dapat mengetahui kegiatan yang dilakukan bank. Dari sisi bank diharapkan akan lebih berhati-hati dengan tidak melakukan pelanggaran karena diawasi masyarakat.

Selain aspek transparansi dan akuntabilitas, penilaian dari Responsi Bank juga menilai ke 11 bank dari aspek manajemen risiko lingkungan dan sosial. Dari hasil penilaian tersebut menunjukkan bank-bank menjelaskan kebijakan manajemen risiko lingkungan dan sosial mereka pada tingkat rincian yang berbeda.

Misalnya, HSBC, Citibank dan MUFG memiliki kebijakan sektoral yang cukup rinci dan dengan jelas menyajikan ruang lingkup kebijakan tersebut. Sementara BNI hanya menyebutkan kebijakan terkait salah satu sektor, yakni kelapa sawit. Danamon dan CIMB Niaga hanya menyebutkan bahwa mereka mengacu pada undang-undang dan peraturan nasional terkait isu-isu spesifik.

Adapun dari 8 bank-bank nasional yang dinilai, BNI dianggap lebih baik dibandingkan dengan bank-bank nasional lainnya dalam hal kebijakan manajemen risiko lingkungan dan sosial. Hal ini dikarenakan BNI menerbitkan portofolio pinjaman yang menunjukkan tren penurunan kredit terhadap perusahaan yang berada dalam daftar merah atau hitam dalam standar kepatuhan lingkungan.

Corporate Secretary BNI, Tribuana Tunggadewi, mengatakan faktor lingkungan merupakan salah satu parameter dalam penilaian peringkat atau rating industri. Dirinya menjelaskan melalui rating ini dapat ditentukan sektor industri mana saja yang masuk kategori berisiko tinggi mana yang tergolong rendah.

Tentunya bank akan menjauhi sektor sektor yang berisiko tinggi. Selain itu dalam melakukan penilaian terhadap debiturnya, BNI juga memasukkan faktor lingkungan dalam menetapkan rating debitur. BNI menetapkan standar minimal rating yang harus dimiliki nasabah supaya memperoleh kredit.” ucap Tribuana.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Budi Satria, mengatakan aspek Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) suatu perusahaan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memberikan kredit.
Sumber : Harian Bisnis Indonesia.

Below Article Banner Area

Baca Juga

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...