Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Bedah Bank / Bank MAS Tumbuh Agresif, Tapi Perolehan Laba Malah Melempem

Bank MAS Tumbuh Agresif, Tapi Perolehan Laba Malah Melempem

Aktual Post– Bank MAS mempunyai kepanjangan Bank Multiarta Sentosa pada kuartal I/2015 memperoleh laba sebesar Rp 7,82 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp 3,19 miliar atau 28,97 % jika dibanding kuartal I/2014 sebesar Rp 11,01 miliar. Penurunan laba tersebut terutama disebabkan meningkatnya beban tenaga kerja sebesar Rp 9,38 miliar atau 137,94 % jika dibanding posisi sama tahun 2014 hanya sebesar Rp 6,80 miliar. Selain itu NIM (Net Interest Margin) juga mengalami penurunan semula 6,03 % pada kuartal I/2014 menjadi 4,20 % pada kuartal I/2014.

Ironisnya pendapatan bunga bersih yang dihasilkan mengalami peningkatan sebesar Rp 8,42 miliar atau 32,66 % menjadi Rp 34,20 miliar pada kuartal I/2015, sedangkan kuartal I/2014 sebesar Rp 25,78 miliar.

Total Asset Bank MAS mengalami peningkatan sebesar Rp 1,68 triliun atau 85,71 % menjadi Rp 3,64 triliun pada kuartal I/2015, sebelumnya kuartal I/2014 hanya sebesar 1,96 %. Peningkatan asset tersebut sejalan dengan meningkatnya dana pihak ketiga yang berhasil dikumpulkan oleh Bank MAS pada kuartal I/2015 sebesar Rp 2.47 triliun, meningkat Rp 1,63 triliun atau 194,04 % jika dibanding posisi sama tahun 2014 hanya sebesar Rp 0,84 triliun.

Kredit yang diberikan mengalami peningkatan yang cukup besar pada kuartal I/2015 sebesar Rp 2,12 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp 1,25 triliun atau 143,67 %, jika dibanding kuartal I/2014 hanya sebesar Rp 0,87 triliun. Pertumbuhan agresif dari kredit yang diberikan perlu diwaspadai, apakah bank mempunyai sarana monitoring kredit yang ketat dan memadai atas pertumbuhan kredit tersebut. Jika tidak maka tingkat NPL (Non Performing Loan) akan cenderung meningkat.

Saat ini NPL kredit yang diberikan masih terjaga dengan baik dimana NPL gross per kuartal I/2015 sebesar 0,49 % mengalami penurunan dibanding posisi sama tahun 2014 sebesar Rp 1,21 %. Demikian pula dengan NPL net yang mengalami penurunan, dimana kuartal I/2014 sebesar 0,95 % turun menjadi 0,32 % pada kuartal I/2015. Jumlah kredit yang dihapus buku mengalami peningkatan sebesar Rp 2,03 miliar, menjadi Rp 4,65 miliar pada kuartal I/2015, sedangkan kaurtal I/2014 sebesar Rp 2,62 miliar.

Bank MAS juga mempunyai surat berharga yang dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp 1,01 triliun pada kuartal I/2015, meningkat sebesar Rp 0,54 trilun atau 114,89 %, jika dibanding kuartal I/2014 sebesar Rp 0,47 triliun.

Loan to Deposit Ratio (LDR) juga mengalami penurunan sejalan dengan meningkatnya pemberian kredit dimana pada kuartal I/2014 sebesar 104,22 % menurun menjadi 85,86 % pada kuartal I/2015.

CAR (Capital Adequacy Ratio) mengalami penurunan drastis dari 110,16 % pada kuartal I/2014 turun menjadi 47,86 % pada kuartal I/2015, penurunan CAR terkait dengan ekspansi yang dilakukan oleh Bank MAS. Demikian juga dengan Return on Asset semula 3,25 % pada kuartal I/2014 menjadi 1,19 % pada kuartal I/2015. Sama halnya dengan Return on Equity mengalami penurunan semula 4,04 % pada kuartal I/2014 menjadi 2,78 % pada kuartal I/2015.

Rasio BOPO (Beban Operasional terhadap Beban Oparasional) mengalami peningkatan semula 61,73 % pada kuartal I/2014, naik menjadi 87,74 % pada kuartal I/2015. Hal tersebut menggambarkan tingkat efisiensi yang dialamai bank mengalami penurunan, penyebabnya adalah meningkatnya beban tenaga kerja dan beban lainnya.

Rentabilitas Bank MAS yang dinilai dari Rasio Return on Asset dan Return on Equity mengalami penurunan, selain itu tingkat efisiensi yang dinilai dari rasio BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) mengalami penurunan. Sehingga perlu dipertanyakan apakah pertumbuhan agresif Bank MAS sudah memberikan dampak yang positif bagi bank atau malah dikemudian hari menjadi beban dan menurunkan tingkat kesehatan bank. Pihak Menejemen harusnya mengambil langkah langkah strategis untuk mengantisipasi dampak dari perkembangan yang sangat agresif. Tim Bedah Bank Aktual Post akan terus memantau perkembangan selanjutnya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

amnesti_pajak889

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...