Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Bedah Bank / Bank Pundi, Kinerja Buruk, Merugi, NPL Tinggi, CAR Dibawah Ketentuan

Bank Pundi, Kinerja Buruk, Merugi, NPL Tinggi, CAR Dibawah Ketentuan

Aktual Post– Pada kuartal I/2015 mengalami kerugian sebesar Rp 60,05 miliar, jika dibanding kuartal I/2014 masih membukukan laba sebesar Rp 21,21 miliar. Kerugian tersebut diantaranya disebabkan menurunnya pendapatan bunga bersih sebesar Rp 95,11 miliar atau 40,86 %, menjadi Rp 137,61 miliar pada kuartal I/2015, sedangkan pada kuartal I/2014 sebesar Rp 232,72 miliar. Selain itu NIM (Net Interest Margin) pada kuartal I/2014 sebesar 11,94 %, mengalami penurunan menjadi 7,48 % pada kuartal I/2015.

Dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh Bank Pundi sampai dengan kuartal I/2015 sebesar Rp 6,71 triliun mengalami penurunan sebesar Rp 1,04 triliun atau 13,40 % jika dibanding posisi sama tahun 2014 sebesar Rp 7,76 triliun. Dana masyarakat masih didominasi oleh dana mahal berupa simpanan berjangka yaitu sebesar Rp 6,06 triliun atau 90,31 % dari total dana masyarakat yang berhasil dihimpun.

Disisi lain berupa kredit yang diberikan juga mengalami penurunan sebesar Rp 1,13 triliun atau 16,07 %, menjadi Rp 5,90 triliun pada kuartal I/2015, sebelumnya kuartal I/2014 sebesar Rp 7,03 triliun.

Kualitas kredit yang diberikan menurun drastis terlihat dari tingkat NPL (Non Performing Loan) gross pada kuartal I/2014 sebesar 6,91 %, melesat menjadi 8,03 % pada kuartal I/2015. Sama juga dengan NPL net pada kuartal I/2014 sebesar 4,01 meningkat menjadi 4,95 % pada kuartal I/2015.

Sejalan dengan penurunan kredit maka Loan to Deposit Ratio pada kuartal I/2015 sebesar 87,96 %, mengalami penurunan jika dibandingkan kuartal I/2014 sebesar 90,72 %.

Buruknya kualitas kredit mempengaruhi Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dimana pada kuartal I/2014 sebesar 10,92 % dan pada kuartal I/2015 turun tipis menjadi 10,68 %. KPMM atau yang sering disebut CAR (Capital Adequacy Ratio) sudah berada dibawah ketentuan Bank Indonesia yaitu 12 %, sehingga untuk meningkatkan CAR pihak bank harus meningkatkan modal atau memperbaiki kualitas kreditnya.

Bank Pundi yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT. Recapital Securities yaitu 67,85 % mempunyai total asset pada kuartal I/2015 sebesar Rp 7,97 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp 1,23 triliun atau 13,36 %, jika dibandingkan kuartal I/2014.

Demikian juga dengan ratio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) mengalami peningkatan semula pada kuartal I/2014 sebesar 93,88 % menjadi 121,20 % pada kuartal I/2015, hal tersebut menandakan tingkat efisiensi Bank Pundi mengalami penurunan drastis.

Sejarah berdirinya Bank Pundi dimulai pada tanggal 9 Agustus 1993 Perseroan mulai beroperasi sebagai Bank Umum di Jakarta berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.673/KMK.017/1993 tanggal 23 Juni 1993 Tentang Pemberian Izin Usaha PT. Executive International Bank.

Bank Pundi (d/h Bank Eksekutif) berkembang menjadi Perusahaan Terbuka setelah pada tanggal 22 Juni 2001 memperoleh Pernyataan Efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) melalui surat No.S-1531/PM/2001 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana sebanyak 277.500.000 saham dengan nominal Rp.100,- kepada Masyarakat dan mencatatkan saham tersebut di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 13 Juli 2001 dengan kode saham BEKS.

Masuknya PT. Recapital Securities sebagai Pemegang Saham Pengendali Perseroan sebelumnya telah mendapatkan persetujuan Bank Indonesia. Demikian pula dengan perubahan nama Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia serta telah mendapatkan pengesahan pula dari Bank Indonesia melalui Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.12-58-KEP.GBI/2010 tanggal 23 September 2010 Tentang Perubahan Penggunaan Izin Usaha Atas Nama PT. Bank Eksekutif Internasional, Tbk., menjadi Izin Usaha Atas Nama PT. Bank Pundi Indonesia, Tbk.

Below Article Banner Area

Baca Juga

amnesti_pajak889

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...