Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Bantu Bebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, Umar Patek Akan Jadi Mediator?

Bantu Bebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, Umar Patek Akan Jadi Mediator?

Umar-Patek

 

Pemerintah RI berkomitmen untuk membebaskan 10 WNI korban pembajakan Kapal Brahma 12 di Filipina yang disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf. Adapun cara yang ditempuh oleh pemerintah tidak tanggung-tanggung mulai dari berkoordinasi dengan pemerintah Filipina, menggunakan satelit untuk memantau kondisi 10 WNI sampai meminta bantuan terpidana teroris Umar Patek alias Hisyam bin Alizein yang merupakan asisten koordinator lapangan dalam aksi terorisme Bom Bali Pertama pada tahun 2002.

Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan di Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) Arief Dharmawan menjelaskan bahwa Umar Patek lah yang mengajukan diri untuk menjadi mediator membebaskan 10 Warga Negara Indonesia yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina dua pekan terakhir.

Arief bersyukur bahwa Umar Patek menawarkan diri untuk bisa membantu pemerintah RI membebaskan 10 WNI yang ada di sandera.

“Alhamdulillah saya pribadi menghargai, seperti Umar Patek, Nasir Abas menawarkan diri untuk membantu membebaskan sandera di Filipina tapi kan saya cuma deputi. Kita sampaikan kita bentuk kita coba lihat negosiasi mana yang bisa kita dilakukan. semua kita laporkan ke pemerintah,” paparnya setelah menghadiri acara di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (8/4) malam.

“Yang namanya orang yang ngasih bantuan masa gak boleh? seneng banget Alhamdulillah dia mau bantu, kami tahu jalannya gitu,” imbuhnya.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...