Home / Bola / Barcelona Tambal Sulam di Pertahanan, Tengah & Depan!

Barcelona Tambal Sulam di Pertahanan, Tengah & Depan!

Barcelona

Keperkasaan Barcelona akhirnya goyah di tangan Athletic Bilbao, beberapa waktu lalu. Sebenarnya sinyal lemahnya lini pertahanan sudah terjadi ketika Lionel Messi cs melawan Sevilla di final Piala Super UEFA. Ketika itu Barca kebobolan empat kali, meski akhirnya mengangkat piala setelah memastikan kemenangan 5-4.

Hanya saja hattrick yang diciptakan Aritz Aduriz hanya dalam waktu 15 menit di leg pertama Piala Super Spanyol, kembali membuat Luis Enrique memiliki pekerjaan rumah besar tentang lini pertahanannya.  Barcelona kalah 0-4 dan imbang 1-1 di dua partai final Super Spanyol tersebut.

Lubang menganga ini sebenarnya tidak muncul tiba-tiba. Jika melihat pertandingan pramusim Barcelona, Blaugrana hanya satu kali bisa mempertahankan gawangnya tak kebobolan, yaitu ketika berhadapan dengan AS Roma. Seperti yang dilansir CNN, Ivan Rakitic dan kawan-kawan pun harus menelan pil pahit dijebol Chelsea dua kali, oleh Manchester United tiga kali, dan juga dikalahkan Fiorentina dengan skor 2-1.

Padahal Barcelona sendiri menjadi tim yang paling sedikit dibobol pada musim lalu yaitu hanya 21 kali. Catatan ini membuat mereka mengalahkan tim yang paling apik dalam bertahan, Atletico Madrid yang kemasukan gol 29 kali pada musim 2014/2015. Sepintas, salah satu penyebab seringnya Barcelona kebobolan adalah karena Enrique memang tidak bisa menurunkan duet andalan di jantung pertahanan:Javier Mascherano dan Gerard Pique.

Mascherano yang membawa Argentina melaju ke final Copa America, mendapatkan waktu libur yang berbeda sehingga baru bisa bergabung dengan Blaugrana menjelang pramusim berakhir.  Selama musim panas, Enrique memang lebih sering memasangkan Thomas Vermaelen dan Marc Bartra sebagai palang pintu pertahanan.

Pertama kalinya duet Mascherano-Pique tampil di musim yang baru adalah ketika bermain melawan Sevilla, sehingga terasa wajar jika lini pertahanan Barcelona belum kembali ke kemampuan terbaik.  Bagi Enrique, kesempatan yang diberikan kepada Vermaelen selama pramusim tersebut sebenarnya berbuah kebaikan. Meski Barcelona acap kebobolan, mantan bek Arsenal yang cedera sepanjang musim lalu itu tampil sebagai salah satu pemain terbaik dalam laga-laga pramusim.

Jika memang belum bisa merebut tempat salah satu dari Mascherano atau Pique, setidaknya Vermaelen bisa menjadi pemain cadangan yang pantas. Selain karena faktor Mascherano-Pique, lemahnya lini pertahan Barcelona juga dikarenakan Enrique belum memainkan tiga gelandang tengah andalannya, yaitu Ivan Rakitic-Andres Iniesta-Sergio Busquets.

Enrique lebih sering memberikan kesempatan bagi gelandang muda Sergi Roberto untuk menjajal kemampuannya dalam laga pramusim. Kembalinya Iniesta-Rakitic-Busquet akan membantu lini pertahanan, terutama karena ketiganya memiliki penguasaan bola yang baik. Tanpa menguasai bola, lawan-lawan Barcelona akan kesulitan untuk melancarkan serangan.

Satu lubang lain yang tampaknya bisa ditutup oleh Barcelona adalah pada posisi penjaga gawang. Meski tak bisa sepenuhnya menyalahkan Marc Andre Ter Stegen, kehadiran Claudio Bravo yang baru saja membawa Chili menjadi juara Copa America akan menjadi kekuatan tersendiri. Bravo sendiri adalah kiper yang diturunkan 37 kali di La Liga musim lalu dan membuat Barcelona hanya kebobolan 21 kali.

Baca Juga

Senangnya Schweinsteiger Latihan Bareng Manchester United Lagi

“Merasa luar biasa hari ini. Tim dalam kondisi yang baik, hasilnya menyusul kemudian” kata Schweinsteiger. ...