Home / Berita / Batu yang Dicuri 20 tahun Lalu Dikembalikan karena Banyak Menghadirkan Masalah

Batu yang Dicuri 20 tahun Lalu Dikembalikan karena Banyak Menghadirkan Masalah

batu antik

Tel aviv – Seorang pencuri tak dikenal  mengembalikan dua batu arkeologi Roman  dalam sebuah paket surat  kepada Departemen Barang Antik Israel Minggu 12 Juli, karena menganggap batu itu kerap menghadirkan masalah dalam hidupnya. Paket itu diterima petugas Museum Budaya Islam dan Timur jauh di Kota Beersheba, bersama sepucuk surat yang ditulis oleh pengirimnya.

Di dalam surat tersebut, si pengirim mengatakan, dua batu itu merupakan batu pubbakala yang usianya lebih dari 2.000 tahun  yang diambilnya dari pusat penyimpanan barang purba  di Bukit Golan, Israel, pada Juli 1995.

“Batu ini merupakan batu kuno yang digunakan sebagai peluru balista (lastik) di zaman purba. Saya mengambilnya pada Juli 1995 karena saya tahu batu ini punya nilai yang tinggi. Tapi sejak menyimpannya, saya bukannya mendapat manfaat dari batu ini, tapi justru kerap menuai masalah.  Saya menyesal mengambilnya. Sekarang batu ini saya kembalikan,” tulisa di pencuri itu dalam suratnya.

Di bagian akhir surat tersebut, ia menulis “Tolong jangan curi artifak-artifak  purba kala.”

Batu ballista adalah batu alam yang dulunya digunakan sebagai peluru dalam perang  kuno antara pasukan Roma melawan tentara Yahudi di puncak Bukit Golan. Batu itu jumlahnya diperkirakan hanya 2000 batu, tapi hanya sedikit yang tersimpan di Museum Israel.

Kasus ini bukan pertama kali adanya pencuri yang mengembalikan barang antik curiannya.  Sebelumnya pencuri barang antic di tel Aviv mengembalikan keranda antik  yang dicurinya ke Departemen Barang Antik Israel, karena keranda itu juga dianggap banyak menghadirkan masalah dalam hidupnya. ***Skynews.

Baca Juga

Sepakbola Api Untuk Peringati Hari Santri di Banjarnegara

Banjarnegara – Peringatan Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober disambut suka-cita oleh santri ...