Home / Bisnis / Beberapa Konglomerat Ancang-ancang Buyback Sahamnya

Beberapa Konglomerat Ancang-ancang Buyback Sahamnya

Berdasarkan catatan setidaknya empat taipan Tanah Air telah menyiapkan dana hingga Rp. 8,2 triliun untuk membeli kembali saham perusahannya. Emiten milik konglomerat Indonesia berancang-ancang untuk melakukan buyback saham perusahaannya, akibat dari menurunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 15,32% sejak awal tahun.

Pemilik Group MNC Harry Tanoesoedibjo bahkan telah mendapatkan restu dari rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk aksi buyback hingga Rp. 7,46 triliun.

“Begitu kinerja bagus, saham turun, langsung dirapatkan. Ini waktu bagus untuk buyback,” ungkap pengusaha kaya termuda versi majalah Forbes tersebut. Menyusul terus melorotnya IHSG, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memunculkan harapan baru lagi pasar modal dengan mengeluarkan stimulus berupa buyback saham tanpa melalui RUPS.

Kebijakan itu kemudian direspons oleh sejumlah emiten. Tak terkecuali PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) milik konglomerat Arifin Panigoro. Manajemen Medco Energi menyiapkan duit US$50 juta setara dengan Rp. 700 miliar untuk buyback saham. Direktur Utama MEDCO Lukman A. Mahfus mengatakan pihaknya memanfaatkan surat edaran (SE) yang dikeluarkan oleh OJK.

Perseroan akan membeli kembali saham maksimum 10% pada 26 Agustus- 25 November 2015, setelah harga saham perseroan melorot lebih dari 60% sejak awal tahun. Perseroan tercatat memiliki kas internal sebesar US$218,35 juta per Juni 2015.
Sama halnya dengan perusahaan milik taipan Edwin Soeryadjaya PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) akan melakukan buyback maksimum Rp50 miliar. Buyback akan dilakukan mulai 24 Agustus hingga 23 November 2015. Emiten berkode saham MPMX tersebut menyediakan dana buyback maksimum Rp50 miliar dengan harga setinggi-tingginya Rp. 1.000 per lembar. Jumlah saham yang akan dibeli bakal bergantung pada harga saham di pasar bursa.

Sedangkan PT Tunas Baru Lampung Tbk., yang masuk dalam grup Sungai Budi milik Widarto Oey, juga akan melakukan aksi buyback dengan jumlah maksimal Rp120 miliar. Seperti disebutkan dalam keterangan resmi, perseroan akan membeli kembali saham sebanyak-banyaknya sebesar 200 juta lembar atau setara dengan 3,74% dari modal disetor.

“Biaya buyback akan berasal dari saldo laba perseroan. Hingga Juni 2015, saldo laba perseroan. Hingga Juni 2015, saldo laba perseroan yang belum ditetapkan penggunaannya tercatat sebesar Rp 1,33 triliun,” ujar Wakil Presiden Direktur TBLA Suramo Tasmin.
Sumber : Harian Bisnis Indonesia

Baca Juga

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...