Home / Bisnis / Bedah Bank / Begini Kinerja Bank Ekonomi Member Dari HSBC Group, Labanya Turun di Q1

Begini Kinerja Bank Ekonomi Member Dari HSBC Group, Labanya Turun di Q1

Aktual Post – Bank ekonomi telah menjadi member dari HSBC Group pada kuartal I/2015 mencatat laba sebesar Rp 19,87 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp 40,83 miliar atau 67,26 % jika dibanding posisi sama kuartal I/2014 sebesar Rp 60,70 %. Penurunan laba tersebut diantaranya karena menurunnya pendapatan bunga bersih sebesar Rp 15,14 miliar atau 4,94 % menjadi Rp 291,23 miliar pada kuartal I/2015, dimana sebelumnya mencapai Rp 306,37 miliar pada kuartal sama tahun 2014.

NIM (Net Interest Margin) yang mengalami penurunan, juga berpengaruh terhadap perolehan laba Bank Ekonomi, dimana NIM pada kuartal I/2014 sebesar 3,56 % tutun menjadi 3,17 % pada kuartal I/2015.

Penyebab lainnya adalah meningkatnya biaya kerugian penurunan nilai asset keuangan (impairment) dari sektor kredit semula hanya Rp 4 miliar pada kuartal I/2014, melonjak menjadi Rp 57,34 miliar pada kuartal I/2015.

Kenaikan nilai impairment tersebut sejalan dengan kenaikan NPL (Non Performing Loan) gross dimana pada kaurtal I/ 2014 sebesar 1,01 %, menjadi 2,24 % pada kuartal I/2015. Demikian pula dengan NPL net mengalami peningkatan menjadi 1,56 % di kuartal I/2015, sebelumnya hanya 0,83 % pada kuartal I/2014.

Fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur pada kuartal I/2015 mencapai Rp 20,20 triliun, mengalami peningkatan Rp 1,17 triliun atau 6,14 %, jika dibandingkan posisi sama tahun 2014.

Dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun mengalami peningkatan sebesar Rp 1,86 triliun atau 8,32 %, menjadi Rp 24,20 triliun pada kuartal I/2015, sebelumnya sebear Rp 22,34 triliun pada kuartal I/2014. Dana pihak ketiga masih didominasi oleh dana mahal berupa simpanan berjangka pada kuartal I/2015 mencapai Rp 11,02 triliun atau 45,53 % dari total dana keseluruhan.

Total Asset bank yang beramat di Graha Ekonomi Jl. Setiabudi Selatan pada kuartal I/2015 mencapai Rp 30,75 triliun, mengalami peningkatan Rp 2,62 triliun jika dibandingkan kuartal I/2014 sebesar Rp 28,13 triliun.

Ratio CAR (Capital Adequacy Ratio) bank Ekonomi masih terjaga di level 13,34 % pada kuartal I/2015 menurun tipis jika dibanding kuartal I/2014 sebesar 13,93 %. Loan to Deposit Ratio (LDR) mengalami penurunan semula 85,10 % pada kuartal I/2014 menjadi 83,46 % pada kuartal I/2015.

PT. Bank Ekonomi Raharja,Tbk., adalah penyedia layanan perbankan komersial yang didirikan pada tanggal 15 Mei 1989 dengan nama awal PT. Bank Mitra Raharja lalu 4 (empat) bulan kemudian berganti nama menjadi PT Bank Ekonomi Raharja lebih dikenal dengan nama Bank Ekonomi. Pada tahun 1992, Bank Ekonomi menjadi Bank Devisa sehingga bentuk pelayanan kepada masyarakat semakin dapat diperluas dan dikembangkan.

Bank Ekonomi adalah perusahaan publik yang telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Sejak 22 Mei 2009, Bank Ekonomi menjadi bagian dari grup institusi keuangan internasional, HSBC Holdings Plc., melalui anak perusahaannya, HSBC Asia Pacific Holdings (UK) Limited. Grup HSBC mengambil alih 88,89% saham Bank Ekonomi dan kemudian melalui penawaran tender, kepemilikan meningkat menjadi 98,96%. Sebagai anggota Grup HSBC, Bank Ekonomi merupakan bagian dari salah satu organisasi jasa keuangan terkuat di dunia.

Penurunan laba dan peningkatan NPL seharusnya menjadi perhatian dari pihak menejemen bank. Perkembangan Bank Ekonomi selanjutnya akan terus dipantau olehTim Bedah Bank Aktual Post

Baca Juga

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...