Home / Berita / Serba - serbi / Artikel / Belasan Polisi Keroyok Murid SMK di Serang, Diduga karena Asmara

Belasan Polisi Keroyok Murid SMK di Serang, Diduga karena Asmara

[ad_1]





Serang – Amin Sobri (20), seorang siswa SMK PGRI I, Kota Serang mengalami luka setelah diduga dikeroyok belasan anggota polisi dari Polda Banten. Pengeroyokan itu diduga dilatarbelakangi urusan asmara.

Amin mengalami memar di bagian wajah, dan luka lecet di punggung dan kaki akibat pengeroyokan itu. Amin menceritakan, kejadian bermula usai dirinya selesai mengikuti kegiatan sekolah sekitar pukul 12.30 WIB. Ia kemudian bertemu dengan 3 aparat kepolisian termasuk Bripda R yang ia kenal.

Belasan Polisi Keroyok Murid SMK di Serang, Diduga karena AsmaraFoto: Korban pengeroyokan mendatangi Polda Banten (Bahtiar-detikcom)

Usai bertemu Bripda R, Amin mengaku langsung dipukuli oleh ketiganya. Ia mengaku ditampar, dipukuli, dan sempat diborgol. Tidak lama kemudian, menurutnya, datang belasan teman-teman dari Bripda R menggunakan mobil Avanza. Yang ia tahu, beberapa orang tersebut kemudian ada yang memukuli dan mengancam teman-temannya untuk bubar.

“Jadi ketika ngobrol sama 3 polisi, langsung nemuin saya, nampar saya, nonjok saya tanpa pembicaraan sebelumnya,” kata Amin kepada wartawan usai melakukan visum di RSUD dr. Drajat Serang, Kota Serang, Kamis (19/10/2010).

Belasan Polisi Keroyok Murid SMK di Serang, Diduga karena AsmaraFoto: Korban pengeroyokan mendatangi Polda Banten (Bahtiar-detikcom)

Setelah itu, menurut Amin, ia dipaksa masuk ke dalam mobil. Ia sempat menolak dan sempat jatuh persis di bawah pintu mobil. Di situ, ia mengaku kemudian diinjak dan dipukuli oleh beberapa orang yang terlihat menggunakan seragam kepolisian.

“Tergeletak, saya diinjekin sama polisi itu, setelah itu ada satpam nemuin saya dibawa ke sekolah. Nyampe ke situ lanjut berurusan pihak sekolah. orang tua saya dateng,” katanya.

Amin mengaku memiliki masalah pribadi dengan Bripda R. Ia mengaku anggota kepolisian tersebut mengganggu teman perempuannya. Amin juga mengaku sempat terjadi perbincangan di media sosial antara dirinya dan Bripda R.

“Dia itu ngejar cewek saya, terus ditanya bertele-tele semacam mancing emosi saya. Saya dengan dia emosi, keluar perkataan kurang baik,” katanya.

“Mungkin dia tidak terima, pertama dilarang-larang sama saya, kedua saya kurang sopan karena dia merasa polisi karena saya ngomongnya kurang baik. Namanya Renaldi. Dia dari tugas di polda,” katanya.

Usai visum di RSUD dr. Drajat, Serang, Amin didampingi oleh orang tuanya kemudian mendatangi Bidang Propam Polda Banten pukul 21.20 WIB. Mereka sekitar satu jam berada di dalam ruangan Propam Polda.

Sementara itu, Kabag Binops reskrimun Polda Banten KBP Andik Uji Santoso mengatakan pihaknya telah menangani masalah ini. Dua anggota polisi telah diperiksa.

“Sementara diperiksa 2 orang, yang punya masalah itu Bripda R dan korban. Nanti akan dilakukan pemeriksaan apakah pelanggaran disiplin apa kode etik, pasti akan dilakukan sidang. Punishment ditentukan nanti,” kata Andik kepada wartawan di Mapolda Banten.

(bri/idh)

[ad_2]
Source link

Baca Juga

Si Seksi Ariel Tatum Makin Serius dengan Ryuji Utomo

[ad_1] Hot Photo Sabtu, 28 Okt 2017 08:33 WIB  ·   Palevi – detikHOT Jakarta ...