Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Beli Barang Mewah dan Bermerk Lebih Murah di Indonesia, Tak lagi Kena Pajak 40%

Beli Barang Mewah dan Bermerk Lebih Murah di Indonesia, Tak lagi Kena Pajak 40%

51.ouisvuitton_p91549_1

Kabar baik bagi anda penggemar barang-barang mewah dan bermerk. Kini tidak perlu lagi harus ke luar negeri untuk mendapatkannya. Sebab,   Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merevisi aturan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Beberapa barang seperti tas merek Louis Vuitton, Hermes, Gucci sudah tidak lagi dikenakan pajak barang mewah.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro, sebelumnya tas-tas bermerek tersebut dikenakan PPnBM sebesar 40%. Sehingga dengan penghapusan tersebut harga barang akan lebih murah dari saat kena pajak.

“Tas sekarang dikenakan tarif PPnBM sebesar 40%. Jadi kalau pajak ini dihapuskan, maka harganya otomatis akan lebih murah,” ujar Bambang dalam konferensi pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (11/6).

Bambang juga menambahkan bahwa kebijakan itu akan mendorong daya beli masyarakat di dalam negeri. Meskipun mayoritas pembelinya adalah kalangan masyarakat dengan pendapatan tinggi atau kelas atas.

“Ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat. Supaya harga tak mahal,” ungkapnya.

Barang-barang apa saja yang nantinya tak dikenai PPnBM sebesar 40%, berikut rinciannya :

Peralatan elektronika: lemari pendingin, TV, pemanas air, alat perekam video, microwave, mesin pencuci baju dan mesin pengering, AC mobil, alat fotografi, proyektor.

Alat olahraga: alat pancing, golf, selam, selancar, menembak.

Alat musik: piano dan alat musik elektrik.

Branded Goods: minyak wangi, tas, pakaian, arloji, sadel (untuk naik kuda), barang dari logam mulia dan alas kaki.

Peralatan rumah dan kantor: permadani, kursi, meubel, lampu, porselen, dan ubin.

Seperti diketahui, sebelumnya kalangan pengusaha ritel mengeluh mahalnya harga produk bermerek impor di dalam negeri karena kena pajak PPn BM sehingga membuat konsumen di dalam negeri lebih memilih berbelanja di luar negeri khususnya di Singapura.

Apalagi di Singapura ada kebijakan tax refund atau VAT (Value Added Tax) terhadap Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yaitu mengembalikan uang pembayaran pajak di bandara saat turis akan pulang ke negara asalnya.

 

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...