Home / Berita / Ibu Kota / Benarkah Ada Kaitan Terbakarnya Kantor Komnas PA dengan Kasus Engeline?

Benarkah Ada Kaitan Terbakarnya Kantor Komnas PA dengan Kasus Engeline?

-kebakaran_komnas_pa-28_juni_2015

Kebakaran melanda Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jalan TB Simatupang, RT 02, RW 08, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasa Rebo Jaktim, pada Sabtu, 27 Juni 2015 sekitar pukul 20.30 WIB. Api langsung membesar dan menghanguskan beberapa ruangan, termasuk ruang data, gudang, dan ruang sekretaris jenderal.

Setelah sekitar 1 jam, api berhasil dipadamkan. Hanya saja seluruh data pelaporan kasus kekerasan anak hangus tak tersisa.

Kemudian berkembang isu, benarkah kebakaran yang terjadi –di kantor Komnas PA sengaja dilakukan? Benarkah ada kaitannya dengan kasus pembunuhan Engeline?

Entahlah, yang jelas hingga sekarang pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terjadinya kebakaran tersebut.

Ketua  Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengungkapkan, ada yang tak lazim dalam kebakaran di kantornya. Dia mendapat kesaksian dari warga, api diduga pertama kali terlihat muncul pukul 20.00 WIB di atap ruang kantor Sekjen Komnas PA.

“Habis semua. Ini apa, saya dengar dari warga katanya awalnya ada api di atap. Konsleting tidak juga, kantor nyala listrik kok,” kata Arist.

Namun Arist mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah kebakaran ini murni unsur alam atau ada kesengajaan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Arist menceritakan kalau di Komnas sendiri ada dua KK, satunya beranggotakan tiga orang dan lainnya empat orang. Diduga, api berasal dari petasan yang diarahkan ke Kantor Komnas PA.

Salah seorang saksi, Caca (52), penghuni kamar yang berada di ujung kompleks Komnas mendengar suara ledakan dari atas. Selanjutnya, api lantas menyambar kamar pojok yang ia tempati.

“Caca lagi makan dengar suara ledakan dari atas terus api langsung ke genteng dan menyambar kamar pojokan,” terang Arist.

Caca, lanjut Arist, segera mengamankan tabung gas elpiji 12 Kg yang baru diisi. Ia berinisiatif melakukan hal tersebut lantaran khawatir tabung tersebut meledak.

Sedangkan, sebelumnya, dugaan staf Komnas PA yang lain yang berada di lokasi saat kejadian mengatakan kemungkinan api bisa dari petasan atau listrik.

“Kemungkinan petasan. Bisa juga listrik. Hanya saja pas kejadian, listrik masih menyala, jadi mungkin bukan karena itu (listrik),” ujar Office Manager Komnas PA, Indriyarto Endar.

Ketika peristiwa terjadi, antara pukul 19.30-20.00 WIB, Sabtu (27/6), Indriyarto dan pekerja mengaku tengah salat tarawih. Mereka datang setelah api menyambar bagian atas kantor.

“Kami sempat menyelamatkan tabung gas, jadi bukan tabung penyebabnya,” imbuhnya.

Akibat kebakaran, ditaksir kerugian yang diderita kurang dari Rp1 miliar namun belasan ribu data tentang anak hilang.

“Taksiran kerugian kurang dari Rp1 M-lah. Ada 12 ribu data di situ. 4 tahun itu yang kerugian terbesar,” ungkap Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait dalam jumpa pers.

 

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...