Home / Berita / Nasional / Benarkah ada Muatan Politik dibalik Beredarnya Beras Plastik?

Benarkah ada Muatan Politik dibalik Beredarnya Beras Plastik?

beras plastik 3

Kasus beras plastik akhir-akhir ini menghiasi pemberitaan dan telah membuat resah masyarakat. Apalagi telah ditemukan kasusnya di Bekasi. Namun ada yang mensinyalir kalau peredaran beras plastik bukan semata-mata karena motif ekonomi. Tapi ada muatan lain dibalik itu.

Untuk itu, pemerintah melalui Presiden Joko Widodo meminta kepada media massa untuk tidak membesar-besarkan berita peredaran beras plastik. Sebab, beras tersebut hanya ditemukan di Bekasi.

“Kamu tuh jangan membesar-besarkan masalah. Hanya di satu tempat saja loh. Ini baru dilihat di Laboratorium IPB, BPOM dan Sucofindo. Nanti disimpulkan (hasil pemeriksaan beras plastik) baru kita bicara,” ungkap Jokowi di Solo, Minggu (24/5).

Jokowi juga meminta kepada pihak-pihak yang tidak berkompeten untuk tidak mengomentari beras plastik. Sebab, bila semuannya ikut berkomentar, bukannya solusi yang didapat. Tetapi sebaliknya, malah memperbesar masalah.

“Jangan semuannya bicara. Sekarang yang terpenting akar masalahnya dilihat. Di cek terlebih dahulu apakah benar itu hanya disatu lokasi saja yaitu di Bekasi. Atau hanya pada satu warung saja beras plastik itu ditemukan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Jokowi, dirinya telah meminta peredaran beras plastik diselidiki. Dengan begitu ia berharap motif pengedarnya bisa diungkap.

“Motivasinya apa menjual beras itu? Apakah mencari keuntungan, atau apa? Kalau mencari keuntungan (laba yang lebih besar), saya rasa tidak mungkin. Sebab, harga plastik itu lebih mahal dari beras. Jadi, logikanya tidak masuk. Baru kita dalami,” terangnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dalam keterangan persnya, mengungkapkan kalau peredaran beras plastik tidak hanya semata-mata ulah oknum tertentu dalam meraup keuntungan. Akan tetapi juga diduga telah ada muatan politik.

“Sudah ada motif politik, ada usaha makar terhadap negara dan sabotase kepada pemerintah,” ujar Tjahjo

Sejauh ini, Kementrian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) telah menegaskan tidak akan mengimpor beras.

“Berarti ada penyelundupan masuknya beras ke Indonesia,” jelas Tjahjo.

Oleh karenanya, Tjahjo menyerahkan sepenuhnya kasus beras plastik kepada polisi dan Badan Intelijen Negara (BIN). Karena diyakini, kedua lembaga tersebut segera menemukan pelaku dan mengusut tuntas kasus beras plastik.

Secara khusus pula, Mendagri telah memberikan instruksi kepada seluruh kepala daerah agar waspada dengan kasus beras plastik. Kepala daerah diminta turun langsung ke lapangan untuk identifikasi masalah ini.

“Sudah saatnya tata kelola beras nasional dan tata kelola impor diatur ulang. Serta adanya pembersihan terkait oknum-oknum yang bermain masalah pangan yang berakibat kepada sengsaranya petani dan masyarakat luas yang mengkonsumsi beras,” pungkas Tjahjo.

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...