Home / Berita / Nasional / Benarkah Wacana Pemindahan Ibukota Hanya Sebuah Sindiran?

Benarkah Wacana Pemindahan Ibukota Hanya Sebuah Sindiran?

dpd-ri

Beberapa waktu lalu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melontarkan wacana pemindahan ibukota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Tengah. Sejumlah pihak melontarkan pendapatnya, ada yang pro dan juga kontra.

Menurut sejarahwan Ridwan Saidi, dirinya tak yakin ibukota akan dipindahkan dari Jakarta ke daerah lain. Hal ini dari pengamatannya terhadap sikap Presiden Joko Widodo.

“Presidennya (Joko Widodo) betah tinggal di mana sekarang? Tiba-tiba dia ke Bogor, bilangnya pusat pemerintahan mau pindah ke sana. Kalau presidennya aja enggak jelas tinggalnya, bagaimana mau pindahkan ibukota,” sindir Ridwan ketika menjadi pembicara dalam acara Forum Senator untuk Rakyat bertema “Ibu Kota Pindah Kemana” di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (7/6).

Ditambahkan Ridwan, wacana pemindahan pusat pemerintah ke Palangkaraya yang dilontarkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri baru-baru ini karena bingung dengan tingkah Jokowi yang tidak jelas menjadikan pusat pemerintahan dimana.

“Itu wacana bu Mega sebetulnya sindiran. Dia bingung Jokowi ini sebetulnya betah dimana,” ungkap Ridwan.

Di mata Ridwan, Jakarta masih layak dan cocok menjadi ibukota negara. Warga Jakarta juga sudah terbiasa menerima pendatang dengan berbagai karakter sehingga tidak kaget dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

Sementara itu Sekretaris Jenderal DPD RI Sudarsono Hardjoesoekarto menuturkan,”Masalah di Jakarta bukan pada tekanan penduduk yang begitu besar, macet, banjir atau banyak sampah, tapi karena pemimpinnya tidak mampu mengelola ibukota dengan baik.”

Jakarta, sambung Sudarsono, dari dulu undang-undanganya khusus, otonominya khusus, anggarannya paling besar, penduduknya cuma 10 juta. Ini karena tidak mampu menata saja, masalah ketidakmampuan pemimpin Jakarta.

Sudarsono yang juga menjadi pembicara dalam acara Forum Senator untuk Rakyat bertema “Ibu Kota Pindah Kemana”, mengakui jika dirinya pernah lama tinggal di Tokyo yang memiliki jumlah penduduk 36 juta. Namun karena tata kelolanya bagus, maka tidak ada timbul masalah seperti yang di Jakarta.
 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...