Home / Berita / Politik / Beragam Komentar atas Keputusan PTUN Jakarta

Beragam Komentar atas Keputusan PTUN Jakarta

bendera-golkar

Hari Senin (18/5) PTUN Jakarta mengabulkan gugatan kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan membatalkan SK Menkum HAM kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol. Suasana suka cita langsung dirasakan oleh Kubu Ical begitu mendengar keputusan

PTUN. Sebaliknya, nada kekecewaan tak bisa ditutupi oleh Kubu Agung Laksono. Lalu bagaimana komentar dan tanggapan dari pihak-pihak yang terkait masalah itu, berikut rangkumannya :

Agung Laksono, Ketua Umum Partai Golkar Munas Ancol :
“Jelas ini tidak adil, kami tidak terima dengan putusan tersebut. Nanti Menkumham yang akan banding”

Yorrys Raweyai, Waketum Golkar hasil Munas Ancol :
“Biasa saja. Sekarang begini, itu kan tergugatnya Menkum HAM. Kami hanya tergugat intervensi, karena terkena dampak. Yang jadi leadingnya Negara. Tadi Menkum sudah mengatakan dia banding. Kita ikuti saja proses banding itu. Pihaknya sudah memprediksi hasil pengadilan yang memenangkan gugatan Ical ini. Urusannya masih bakal panjang. Siapapun yang kalah pasti akan banding. Kalaupun tadinya kita yang menang, Ical juga pasti banding kan?”

Theo L Sambuaga Waketum Golkar munas Bali :
“Mari kita terima ini sebagai putusan yang terbaik dan saya mengajak teman-teman saya kubu Pak Agung Laksono, mari kita bersatu kembali, kompak kembali, kita berusaha meningkatkan kinerja Golkar dan menguatkan kontribusi Golkar bagi bangsa dan Negara. Saya berharap Agung Laksono tak mengajukan banding atas putusan hari ini, begitu juga dengan Menkum HAM sebagai tergugat. Dengan begitu, maka konflik Partai Golkar sudah selesai”

Bambang Soesatyo, Bendahara Umum Partai Golkar Munas Bali :
“Ya kita minta mereka secara ksatria meninggalkan kantor DPP Slipi. Agung cs mesti berbesar hati menerima putusan PTUN. Ia berharap tak ada upaya banding kembali yang diajukan pihak Agung. Namun, jika memang Agung dan kawan-kawan tak mau hijrah ke luar, ia mengaku tak masalah.Ya tidak apa-apa. Saya hanya mengimbau saja daripada nanti dipermalukan keluar paksa oleh aparat hukum”

Ade Komaruddin Pimpinan Fraksi Golkar DPR :
“Saya atas nama Fraksi Partai Golkar di sini, pertama-pertama mengucapkan syukur ke Allah SWT karena putusan PTUN ini. Kami memberikan apresiasi terhadap majelis hakim PTUN yang berani mengambil putusan. Pasalnya, dia sempat meragukan majelis hakim bisa mengambil sikap di tengah tekanan yang luar biasa. Jujur saja, awalnya kami juga sempat ragu di tengah tekanan ini. Kami menjunjung tinggi sebuah produk hukum, kepada teman-teman kami”

Ceu Popong Otje Djundjunan, Politikus senior Golkar :
“Kucing juga sudah tahu, bisa baca gitu. Bener itu. Ceuceu tadi enggak ikuti jalannya sidang. Kemungkinan nanti Agung naik banding kan? Saya berharap agar Agung Cs tak naik banding karena waktunya mendesak jelang Pilkada. Khawatir bila nantinya Golkar malah tak bisa ikut pilkada lantaran masih proses pengadilan.Meski demikian Popong tak melarang Agung Laksono untuk banding karena merupakan hak warga negara. Di sisi lain, politikus 76 tahun ini meminta Ical mengakomodasi kader Golkar yang selama ini di kubu Agung.”

Yusril Ihza Mahendra, Pengacara Kubu Ical :
“SK Menkum HAM yang mengesahkan Agung Laksono cs bertentangan dengan perundang-undangan dan asas pemerintahan yang baik. Saya menilai kepengurusan Munas Ancol tak berlaku. Terkait Pilkada Serentak, peraturan KPU yang mensyaratkan putusan inkrah jika ada banding atas putusan PTUN, Yusril yakin KPU akan mengikuti putusan pengadilan hari ini, yaitu mengembalikan ke kepengurusan hasil Munas Riau 2009, dimana Ketuanya Pak Aburizal dan Sekjen Idrus Marham dan Wakil Ketua Umum Pak Agung. Jadi Pak Agung silakan ikut”

Tehna Bana Sitepu, Direktur Tata Negara Dirjen AHU Kemenkumham :
“Kami akan mengajukan banding‎. Putusan pengadilan melampaui materi gugatan, di antaranya soal kepengurusan yang kembali ke hasil Munas Riau, termasuk putusan soal pilkada yang tak pernah dibahas di sidang-sidang sebelumnya. Salah satu pertimbangan hukum hakim mengembalikan kepengurusan Partai Golkar ke hasil Munas Riau. Ini aneh karena tidak masuk poin gugatan”

Baca Juga

Ini Isi Puisi Fadli Zon untuk Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, rupanya disambut oleh Wakil Ketua DPR ...