Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Berikut ini Kronologis Penangkapan Pejabat MA Oleh KPK

Berikut ini Kronologis Penangkapan Pejabat MA Oleh KPK

KPK3435

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan tiga tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat (12/2) malam. Ketiganya yakni Kasubdit Kasasi dan PK Kamar Perdata MA Andri Tristianto Sutrisna, pengusaha Ichsan Suwandi dan pengacara Awang Lazuardi Embat.

Kasus ini sendiri berawal ketika pengusaha Ichsan Suwandi terlibat dugaan korupsi pembangunan dermaga Labuhan Haji di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Bersama pengacaranya, Awang Lazuardi Embat, keduanya pun menyuap Andri yang dianggap mempunyai wewenang untuk menunda pengiriman salinan putusan kasasi. Dalam kasus ini MA sudah memberi vonis ke Ichsan. Dia diberi vonis penjara 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan penjara. Ichsan juga diminta membayar denda hingga Rp 4 miliar lebih.

“KPK mengamankan enam orang pada Jumat (12/2) sekitar 22.30 WIB mengamankan ALE pengacara dan sopir di parkiran di hotel di Gading Serpong Tangerang,” ujar juru bicara KPK, Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/2).

Ketika itu sopir Ichsan diperintah untuk membawa uang sebesar Rp 400 juta yang dimasukkan ke dalam paper bag untuk dititipkan kepada pengacaranya Awang. Lewat Awang, uang itu kemudian diserahkan kepada Andri di parkiran hotel di Gading Serpong.

Usai serah terima, penyidik kemudian mencokok sopir Ichsan dan pengacara Awang di lokasi. Tidak berhenti sampai di situ, penyidik membuntuti Andri dan menangkapnya di rumahnya di San Lorenzo, Gading Serpong.

“Di rumah ATS ditemukan uang 400 juta yang ada di dalam paper bag dan ada uang lainnya di koper lain,” papar Yuyuk.

Kemudian, penyidik KPK bergerak cepat dan menangkap Ichsan di apartemennya Sudirman Park di kawasan Karet.

“Selain tiga orang itu diamankan sopir IS dan 2 satpam perumahan ATS,” jelasnya.

“IS dan ALE dikenakan pasal 5 ayat 1 a atau b pasal 13 UU 31 tahun 1999 sedang ATR pasal 12 huruf a atau b dan pasal 11 31 tahun 1999,” imbuh Yuyuk.

Para tersangka saat ini ditahan di KPK.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...