Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Berikut Profil Bahrun Naim, Sosok dibalik Teror Bom Sarinah

Berikut Profil Bahrun Naim, Sosok dibalik Teror Bom Sarinah

ledakan di pos polisi sarinah

Pada hari Kamis (14/1) kemarin terjadi aksi teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dalam keterangan pers di Istana negara mengungkapkan bahwa 5 teroris tewas dalam upaya penyergapan aparat gabungan.

Tito membeberkan kalau aksi teror di Sarinah adalah sebagai salah satu aksi ‘unjuk gigi’ Bahrun Naim terkait persaingan kepemimpinan ISIS di Asia Tenggara.

“Dia ingin jadi leader kelompok ISIS di Asia Tenggara, sehingga terjadi upaya persaingan leadership. Di Filipina sudah di-declare Bahrum. Oleh karena ada persaingan antara leader di Asia Tenggara, Bahrum Naim, mereka merancang serangan itu,” demikian Tito menjelaskan.

Lalu siapa sesungguhnya Bahrum Naim?

Dari sejumlah data yang didapat Bahrun Naim juga disebut-sebut ada di balik rencana aksi teror pada Agustus 2015. Mereka merencanakan aksi pada 17 Agustus 2015. Dejumlah tempat menjadi sasaran kelompok teroris Bahrun Naim. Salah satunya kuil Budha Kepunton, Solo, terkait isu Rohingnya.

Muhammad Bahrun Naim alias Anggih Tamtomo alias Abu Rayan merupakan residivis kasus kepemilikan ribuan amunisi senjata api berbagai jenis pada tahun 2010.

Ia ditangkap oleh Densus 88/Anti-Teror pada 9 November 2010. Ketika itu Naim ditangkap bersama sejumlah barang bukti berupa ratusan butir amunisi ilegal.

Walaupun ditangkap oleh Densus, di persidangan yang digelar di PN Surakarta, Naim tidak dijerat dengan UU Terorisme. Dia ‘hanya’ dijerat dengan Darurat No 12/1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak.

Putusan majelis hakim di PN Surakarta pada 9 Juni 2011 menjatuhkan vonis penjara 2 tahun 6 bulan terhadap Muhammad Naim karena tanpa kewenangan menyimpan 533 butir peluru laras panjang dan 32 butir peluru kaliber 9 mm.

Di dalam persidangan Naim menolak disebut sebagai pemilik amunisi itu. Ia menyebutkan tas ransel hitam berisi ratusan amunisi itu sebagai barang titipan kenalannya yang bernama Purnomo Putro sejak pada tahun 2005. Purnomo hingga saat ini masuk DPO kepolisian atas dugaan terlibat kegiatan terorisme.

Pada Juni 2011, warga Pasar Kliwon, Solo, ini diganjar hukuman 2,5 tahun penjara. Namun pada Juni 2012 dia menghirup udara bebas.

Sudah lama tidak terdengar aktivitasnya, aparat kepolisian mendeteksi keberadaan Bahrun Naim di Suriah. Ia bergabung dalam upaya pemberontakan yang dilakukan kelompok ISIS.

Naim juga dikabarkan membawa ‘kabur’ seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Siti Lestari (23), ke Suriah.

Disamping itu Naim disebut-sebut berada di balik pendanaan warga asing. Dia menggelontorkan sejumlah dana ke Indonesia untuk merakit bom.
 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...