Home / Berita / Regional / Berita Terbaru Kasus Pembunuhan Angeline, Rekonstruksi Hari Ini Berakhir Ricuh

Berita Terbaru Kasus Pembunuhan Angeline, Rekonstruksi Hari Ini Berakhir Ricuh

Hasil rekonstruksi Pembunuhan Angeline, 2 Saksi Dihadirkan Polisi

Hasil rekonstruksi kasus pembunuhan Angeline hari ini, Senin 6 Juli 2015 ‎selesai digelar pukul 17.00 Wita. Hanya saja diakhir rekonstruksi sempat terjadi sedikit kericuhan karena tersangka pembunuh Angeline yakni Margriet Megawe dan Agustinus Tay Hamba May, begitu keluar dari TKP langsung disambut kemarahan warga.

Dalam beberapa keterangan yang berhasil dihimpun, warga meringsek menuju ke arah tersangka saat keduanya keluar dari TKP dan digiring petugas kepolisian menuju mobil rantis yang sudah siaga. Warga seolah ingin melampiaskan kekesalan mereka kepada Margriet.

Situasi ini menyebabkan para wartawan berada pada posisi yang serba salah. Pasalnya dari belakang dihantam desakan warga, sedangkan dari depan harus berhadapan dengan polisi. Warga yang sedang marah meneriaki Margriet dengan kata-kata “pembunuh“, “nyawa dibalas nyawa“, dan kalimat umpatan lainnya.

Di lain pihak tim kuasa hukum Margriet yang menumpang sebuah minibus, juga kena sasaran warga yang semakin beringas. Tidak hanya itu mobil yang ditumpangi Jefri Kam, Dion Pongkor, dan beberapa pengacara Margriet lainnya sempat dilempari batu oleh warga.

Terkait dengan hasil rekonstruksi Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah Denpasar, dr Dudut Rustyadi mengakui rekonstruksi kematian bocah berusia delapan tahun itu sesuai dengan hasil autopsi. Dudut mengakui banyak kesesuaian antara rekonstruksi dengan hasil forensik.

“Saya tidak mau berkomentar soal adegan yang diperankan oleh tersangka yang mana. Namun yang pasti, dari adegan yang diperankan yang menyebabkan kematian Engeline sesuai hasil otopsi yakni terjadi pendarahan di kepala” ungkap Dudut.

Menurut Dudut salah satu adegan sesuai dengan temuan luka pada kepala korban. Adegan itu menunjukkan kepala Angeline dihantamkan ke tembok dan lantai. Kekerasan itu berujung pada pendarahan di otak.

“Kekerasan dipukul di kepala yang menyebabkan pendarahan di otak. Kita sesuaikan dengan hasil otopsi” pungkasnya.

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...