Home / Berita / Berkaca dari Kasus Snack Bikini, BBPOM Bandung : Kreatif Boleh, tapi Harus Sesuai Norma-norma

Berkaca dari Kasus Snack Bikini, BBPOM Bandung : Kreatif Boleh, tapi Harus Sesuai Norma-norma

cemilan bikini

 

Saat ini sedang ramai diberitakan soal produk snack yang disebut Bikini (bihun kekinian) ‘remas aku’. Produk makanan ringan ini dikemas seolah menggambarkan tubuh wanita sedang memakai bikini. Pada bagian perutnya ada dua tangan yang memeluk serta bertuliskan ‘remas aku’.

TW (19) merupakan produsen tunggal snack Bikini. Produk ini dibuat di rumahnya di Depok, Jawa Barat. Namun sayangnya, bisnis camilan ini belum mempunyai izin edar dan menyalahi banyak aturan lainnya.

Kepala BBPOM Bandung Abdul Rahim pun sangat menyayangkan. Bisnis yang baik tidak didasari dengan pemahaman aturan dan norma di Indonesia.

Untuk itu, berkaca dari kasus ‘Snack Bikini’, Abdul berharap masyarakat yang akan berdagang agar mengurus izin sesuai aturan yang berlaku.

“Ini padahal produknya bukan produk berisiko tinggi. Cukup izin PIRT saja bisa. Karena industri rumah tangga,” jelas Abdul di Kantor BBPOM Bandung, Jalan Pasteur, Sabtu (6/8).

Disamping itu, Ia juga mengimbau kepada kaum muda yang ingin berbisnis dalam industri kreatif agar memperhatikan norma-norma yang ada di Indonesia.

“Kreatif boleh, tapi harus sesuai norma-norma. Kalau kemasannya seperti ini tidak akan kami loloskan izinnnya,” imbuhnya.

 

Baca Juga

Anies Dilaporkan karena Pidato Pribumi, Ini Kata Partai Pendukung

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dilaporkan ke Bareskrim Polri karena pidatonya yang ...