Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Besarnya Iuran Pensiun Masih digodok, BPJS Ketenagakerjaan Usulkan 8 %

Besarnya Iuran Pensiun Masih digodok, BPJS Ketenagakerjaan Usulkan 8 %

bpjs ketenagakerjaan

Bagi Anda para pekerja tersiar kabar pemerintah akan mengadakan jaminan pensiun. Jaminan itu nantinya akan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Naker).

Jaminan Pensiun, hingga kini masih terus dibahas termasuk diantaranya pembahasan mengenai besaran iurannya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn D Masassya menuturkan,”Saat ini, pemerintah masih terus menggodok besaran iuran pensiun karena adanya usulan yang berbeda dari pengusaha, pemerintah maupun buruh.”

Berbagai pihak yang membahas jaminan pensiun itu seperti Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Keuangan, BPJS Naker, dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

Elvyn menambhakan bahwa usulan besaran tersebut mempertimbangkan tiga aspek.

Aspek pertama, katanya yakni keberlanjutan. Maksudnya, besaran tersebut memperhitungkan kelanjutan institusi dalam jangka panjang.

Aspek kedua, dengan memperhitungkan standar internasional ILO dengan manfaat 30-40 persen dari upah. Sedangkan yang ketiga, menimbang kemampuan peserta dalam membayar iuran pensiun.

BPJS Naker sendiri telah mengajukan soal iuran jaminan pensiun, yakni 8 persen dari besaran upah per bulan, baik yang berjumlah tetap maupun tidak. Dari jumlah tersebut, sebesar 5 persen dibayarkan pihak pemberi kerja, 3 persen sisanya dibayar pekerja.

Misalnya pekerja berusia 30 tahun dengan upah Rp 2 juta, iuran totalnya Rp 160 ribu per bulan. Sebesar Rp 100 ribu dibayarkan perusahaan, adapun pekerja membayar Rp 60 ribu. Iuran bulanan itu akan dihitung hingga usia 55 tahun, karena usia 56 tahun sudah masuk pensiun.

Nah, akumulasi iuran selama 25 tahun tersebut, sebesar 70 persen menjadi dana jaminan pensiun yang akan diterima peserta. Untuk pensiunan cacat diberikan utuh 100 persen. Manfaat iuran itu hanya akan diberikan ke pekerja yang telah rutin membayar bulanan minimal selama 15 tahun atau 180 bulan.

Adapun jika kepesertaan jaminan pensiun tersebut kurang dari 15 tahun, pembayaran dihitung berdasarkan akumulasi iuran bulanan ditambah bunga simpanan.

Menurut Elvyn, akhir bulan ini akan diputuskan karena operasional penuh empat jaminan BPJS Naker harus dimulai 1 Juli 2015.

Pendapat berbeda datang Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Menurut Ketua Umum APINDO, Hariyadi Sukamdani,”Organisasi ini mengusulkan iuran jaminan pensiun hanya sebesar 1,5 persen kepada pemerintah, meski Kementerian Keuangan dan Kemenaker mempunyai versi berbeda masing-masing 3 persen dan 8 persen.”

Hariyadi beralasan kondisinya memang dunia usaha berat, sehingga kalau dipaksakan jaminan pensiun 8 persen saat ini pasti akan bermasalah karena buat pengusaha tidak kuat.

Perhitungan 1,5 persen dinilai sudah cukup sebagai jaminan pensiun pekerja. Alasannya, iuran sebesar 1,5 persen, tetap melibatkan peran pekerja dalam porsi pembayarannya bukan saja pengusaha.

Hariyadi mengambil contoh AS, dimana iuran pensiun sekarang 12 persen, tapi waktu memulainya pada tahun 1920 sebesar 1,5 persen. Jadi harus ada jangka waktunya.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...