Home / Berita / Nasional / BI : Sekarang Biaya Kliring Maksimal Rp 5.000

BI : Sekarang Biaya Kliring Maksimal Rp 5.000

ilustrasi-BI-2-140722-1-andri

Perbankan di Indonesia mulai sekarang harus benar-benar memperhatikan aturan baru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI). Jika tidak, maka sanksi akan menghadang perbankan bila membebankan biaya kliring kepada nasabahnya lebih dari Rp 5.000 per transaksi.

Direktur Eksekutif Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI Bramudija Hadionoto dalam konferensi pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Rabu (10/6), mengungkapkan “Setiap perbankan dilarang membebankan biaya kliring lebih dari Rp 5.000 per transaksi.”

Bank Indonesia (BI) mulai memberlakukan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) Generasi II pada 5 Juni 2015, yang merupakan lanjutan dari SKNBI Generasi I yang sudah berlaku sebelumnya.

Bayar gaji, kata Bramudija, lebih murah lewat SKN. Poinnya transaksi lebih cepat dan murah. Biaya kliring maksimal Rp 5.000, dulu ada yang Rp 7.500, Rp 10.000, Rp 15.000, sekarang maksimal Rp 5.000, bisa lebih murah, kalau lebih dari Rp 5.000 akan ada sanksi.

Ditambahkan olehnya, BI sendiri menarik biaya kliring terhadap masing-masing bank hanya Rp 1.000 per transaksi dan diperbarui menjadi Rp 750 per transaksi.

“Kalau biaya dari BI ke bank untuk SKNBI I Rp 1.000, SKNB II Rp 750, kita berkeinginan dengan menurunkan harga ini masyarakat lebih gemar menggunakan non tunai. Kita berharap perbankan mendukung,” ungkapnya.

Jika aturan ini dilanggar, maka sanksi yang akan dikenakan adalah mulai dari sanksi administrasi hingga pencabutan keanggotaan.

“Nanti kita lakukan pemeriksaan member, sanksinya bisa sampai kita hentikan jadi anggota, mulai dari menyurati, kamu melanggar tarifnya kelebihan, kita denda, masih nggak mau kita hentikan jadi anggota,” tegas Bramudija.

Disamping itu, Bramudija menjelaskan bahwa proses transaksi tidak boleh lebih dari 4 jam. Bank pengirim harus meneruskan transfer dana paling lama 2 jam setelah menerima amanat dari nasabah, sedangkan bank penerima harus membukukan ke rekening nasabah paling lama 2 jam setelah setelmen di BI.

Untuk hal ini, dendanya nominal, dimana akan dikenakan Rp 100.000 per kali transaksi jika transaksi nggak beres.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...