Home / Headline / Bikin Gempar…Beredar Sandal Berlafal Allah di Surabaya, Polisi Langsung Menggrebek Gudang penyimpanan

Bikin Gempar…Beredar Sandal Berlafal Allah di Surabaya, Polisi Langsung Menggrebek Gudang penyimpanan

polisi-sita-sandal-berlafal-allah-S9g49vUXHI

Dunia media sosial kembali dibuat heboh dengan beredarnya foto-foto sandal yang bermotif lafal Allah. Sandal itu diduga diproduksi oleh PT Pradipta Perasa Makmur, Jalan Raya Wringin Anom Km 33, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

Foto-foto sandal itu sendiri beredar luas di sejumlah pengguna jejaring media sosial WhatsApp. Berdasarkan informasinya, sandal tersebut disimpan di kawasan pergudangan Margomulyo, Surabaya. Sandal berlafal Allah dengan merek Glasio termasuk satu produk dengan sandal merek Clarudo.

Sandal berlafal Allah ini terdiri dari dua jenis. Pertama berwarna hitam. Motifnya menyerupai lafal Allah di bagian sebelah kiri. Sedangkan di bagian tengah terdapat anyaman pita berwarna merah.

Beredarnya gambar itu kemudian menuai protes dari sejumlah kalangan. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo, Usman Bahri bahwa munculnya sandal itu adalah bentuk penistaan terhadap agama.

sandal lafl allah

“Aparat penegak hukum harus bertindak. Ini sudah dalam bentuk pelecehan terhadap agama,” ujar Kiai Usman seperti dilansir sebuah media online.

Ia mengaku pernah mengetahui lafal Allah tertulis di bangku sebuah becak. Tulisan tersebut berada tepat di sandaran bangku tersebut.

“Itu maksudnya baik tapi salah tempat. Masak lafal Allah di sandari. Nah, ini tertulis di sandal otomatis akan diinjak-injak. Harus ada tindakan yang tegas,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi, petugas Polres Gresik sudah menggerebek gudang penyimpanan sandal tersebut yang berda di Jalan Raya Wringin Anom Km 33, Krian, Sidoarjo. Hasilnya, polisi menyitan 609 pasang sandal.

“Setelah mendapatkan informasi awal, kami langsung turun ke lokasi yang berada di kawasan Wringin Anom,” ungkap Kapolres Gresik AKBP Adi Wibowo, Selasa (13/4).

Disamping itu, polisi juga menyita tiga alat cetak sandal atau matra dari lokasi. Menurut Adi, pemilik dari PT Pradipta Perasa Makmur selaku pihak yang memroduksi sandal itu bersikap kooperatif terhadap proses penyidikkan.

Dari pemeriksaan sementara, pemilik mengakui kalau alat cetakan itu bukan dibuat oleh perusahaannya. Alat cetak sandal ini didatangkan langsung dari Tiongkok. Sehingga, perusahaan tidak menyadari jika motif yang tergambar dalam cetakan itu adalah lafal Allah.

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

Situs Porno dan Situs Terorisme Sama Bahayanya

Yogyakarta – Dunia maya menjadi cara ampuh untuk menyebarkan berbagai informasi dan berbagai paham. Berbagai ...